LEBAK, TintaKitaNews.com – Banyak calon atlet muda berbakat dari wilayah Baduy yang pernah meraih juara lomba atletik tingkat kecamatan dan kabupaten terpaksa berhenti mengembangkan potensinya karena putus sekolah, Kamis (29/10/2026).

Guru PJOK SDN 2 Leuwidamar, Andriyani, yang telah membina siswa selama hampir tujuh belas tahun mengakui sebagian besar bibit unggulan itu tidak dapat melanjutkan pendidikan. Ia rutin memberikan latihan tambahan setelah jam sekolah dan bekerja sama dengan pelatih atletik kecamatan untuk memantau perkembangan kemampuan para siswa.

“Pada awalnya mereka tampil menonjol dalam cabang lari dan lompat, bahkan berhasil menjadi juara. Sayangnya setelah itu tidak bisa lanjut sekolah, harus membantu orang tua di rumah atau masuk ke lingkungan adat yang membatasi aktivitas di luar pemukiman,” ujar Andriyani kepada awak media.

Dua faktor utama penyebab putus sekolah adalah keterbatasan ekonomi keluarga serta aturan adat yang membuat sebagian anak memilih menetap di pemukiman pedalaman Baduy.

Andriyani berharap pemerintah dan masyarakat dapat memberikan dukungan berupa bantuan ekonomi dan program pembinaan khusus, agar bibit‑bibit atlet tersebut dapat melanjutkan pendidikan dan mengembangkan bakatnya hingga prestasi yang lebih tinggi.***