LEBAK, TintaKitaNews.com – Untuk mengatasi kendala kekurangan air yang selama ini menghambat produktivitas pertanian, Kodim 0603/Lebak tengah menyelesaikan pembangunan sistem pipanisasi dan bak penampungan air guna melayani pengairan sawah seluas 320 hektare di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak. Pekerjaan yang masuk tahap pertengahan ini ditargetkan selesai sebelum musim penghujan tiba.
Dandim 0603/Lebak Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata melakukan peninjauan langsung progres pembangunan di Kampung Cikeris, Desa Jayapura, Kecamatan Cipanas, Minggu (25/10/2026). Bersama Kementerian Pertanian, program yang dinamakan “Manunggal Air” ini membangun jaringan bak induk dan bak sebaran guna menyalirkan air dari aliran sungai, curug, dan air terjun ke lahan‑lahan petani yang lokasinya jauh dari sumber air utama.
Hingga saat ini, progres pembangunan sistem pipanisasi di Kecamatan Cipanas dan Cibeber mencapai 48‑50 persen. Di Cipanas dibangun dua bak induk dan delapan bak sebaran untuk 320 hektare sawah, sedangkan di Cibeber terpasang dua bak induk dan sembilan bak sebaran yang melayani 400 hektare lahan pertanian. Pihak satgas menargetkan seluruh pekerjaan rampung dalam waktu satu setengah bulan lagi, sebelum curah hujan tinggi datang dan menghambat konstruksi.
“Program ini berawal dari aspirasi warga yang kami serap melalui survei lokasi, bukan program yang dipaksakan. Kami manfaatkan sumber air alami yang ada di perbukitan untuk dialirkan ke bak penampungan, lalu disebarkan ke lahan petani sesuai kebutuhan,” jelas Letkol Mahendra.
Selama ini, keterbatasan pasokan air menjadi hambatan utama bagi kelompok tani di wilayah Cikeris. Ketua Kelompok Tani Cikeris 2, Dulharif, menyampaikan harapan besar agar sistem baru ini dapat meningkatkan hasil panen warga.
“Selama ini kami sering kekurangan air untuk sawah. Kami sangat berterima kasih kepada TNI dan pemerintah yang telah membangun pipanisasi ini. Semoga nantinya bisa kami manfaatkan sebaik‑baiknya agar hasil panen padi menjadi lebih melimpah,” ujar Dulharif.
Program Manunggal Air ini menjadi bagian upaya mendorong ketahanan pangan daerah, di mana sistem penampungan dan distribusi air ini diharapkan menjaga ketersediaan pengairan baik saat musim kemarau maupun awal musim tanam. Satgas bersama pemerintah desa juga merencanakan pembentukan tim pemeliharaan agar fasilitas tersebut dapat berfungsi berkelanjutan setelah program selesai.***
