LEBAK – Lagi dan lagi Masyarakat Anti Money Politics (MAMP) berhasil menemukan kecurangan di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) III tepatnya di Desa Sinar Jaya, Kecamatan Sobang.

“Kami hari ini kembali mendapatkan amplop berisi uang tunai senilai Rp 100 ribu berikut nama Calon legislatif yang akan mengikuti pesta demokrasi besok tanggal 14 Februari 2024,” kata Ikbal Sukmajaya Ketua MAPP kepada Wartawan sambil menunjukan bukti temuannya di lapangan. Selasa, (13/2/2024).

Menurut Ikbal, ajang kontestasi Pemilu yang seharusnya di laksanakan dengan jujur dan adil seringkali di salah gunakan oleh para oknum legislatif yang tidak profesional dengan menyogok sejumlah uang untuk mengikat masyarakat supaya memberikan suaranya kepada si pemberi uang.

“Jelas ini merusak demokrasi yang kita junjung tinggi. Untuk itu, hasil temuan ini akan kami laporkan kepada pengawas pemilu di Wilayah sekitar agar ditindaklanjuti sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Ikbal juga menyayangkan dengan adanya budaya money politics seperti ini khususnya di Dapil III karena apabila budaya abstrak seperti ini dibiarkan sudah pasti akan berdampak dan dikhawatirkan menimbulkan polemik kecemasan di lingkungan masyarakat apalagi di daerah seperti kampung-kampung yang jarang tersisir oleh pengawas pemilu.

“Hari ini saja sudah 2 orang oknum legislatif yang Kita temukan, kita lihat saja nanti pasti banyak yang lainnya,” ungkapnya.

Ikbal menegaskan untuk sanksi bagi para pelanggar sudah jelas sangat berat dan diatur oleh undang-undang pasal 523 ayat 2. Teruntuk pelaksana, peserta, atau tim kampanye yang melanggarnya, akan dikenakan pidana.

“Hukumannya tercantum dengan jelas. Di situ tertulis bahwa yang melanggar akan dipidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak 48 juta rupiah,” imbuhnya.

“Nah jadi ketika memang ada seseorang Calon Legislatif atau Calon Legislatif entah itu Kabupaten entah itu Provinsi sekalipun bahkan RI apabila memang melakukan pelanggaran Pemilu Money Politics Kami sudah konsisten dan sudah berjanji apapun rintangan kedepan yang akan kami hadapi pasti akan dilawan seperti itu,” tambahnya.

Ikbal Sukmajaya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder untuk bersama-sama memerangi politik uang agar pemilu di tahun 2024 ini berjalan lancar, damai, jujur dan adil.

“Jadi saran saya, ayo mari sama-sama kita bangun politik yang JURDIL (jujur dan adil) suap menyuap tanpa adanya money politik. Karena kita ke depan akan mendapatkan bonus demografi. Bonus demografi tersebut tergantung pemimpin sekarang. Ketika memang pemimpin itu dipilih berdasarkan uang bukan berdasarkan konsep dan gagasan mungkin kita tidak akan mendapatkan bonus demografi seperti itu yang melainkan malah kita akan mendapatkan pada bonus demografi tersebut,” pungkasnya.