JAWA BARAT – Jika dijabarkan, dampak positif yang dimaksud berupa terbukanya lapangan kerja, meningkatnya ekonomi masyarakat, meningkatnya usaha masyarakat lokal dan pembangunan infrastruktur. Serta dampak negatif berupa potensi pencemaran lingkungan, kerusakan hutan, penurunan kualitas udara dan beberapa dampak lain.
Apakah batu bara mencemari lingkungan?
Batu bara menimbulkan masalah karena pengambilan, pengolahan, dan penggunaannya merusak lingkungan. Produksi batu bara dilakukan dengan membabat hutan dan menggali tambang. Proses produksinya mencemari tanah, air, dan udara.
Bagaimana dampak pengolahan batu bara bagi lingkungan perairan?
Penambangan batubara secara langsung menyebabkan pencemaran air, yaitu dari limbah pencucian batubara tersebut dalam hal memisahkan batubara dengan sulfur.
Limbah pencucian tersebut mencemari air sungai sehingga warna air sungai menjadi keruh, asam, dan menyebabkan pendangkalan sungai akibat endapan pencucian batubara.
Apakah batu bara menghasilkan polusi udara?
“Penyebab utama tingginya emisi Sulfur Dioksida di Industri Manufaktur disebabkan penggunaan batu bara yang menghasilkan emisi SO2 sebesar 64%.
*HASIL LAINNYA*
Apakah batu bara bisa menyebabkan hujan asam?
Batubara mengandung unsur sulfur yang dapat membentuk SOx yang dapat menjadi penyebab hujan asam ketika bereaksi dengan air.
Apakah batubara mencemari tanah?
Simpulan keduanya menunjukkan bahwa pertambangan batubara membawa banyak dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk pencemaran tanah. Bahan kimia yang berbahaya banyak dihasilkan dalam proses pertambangan, yang selanjutnya bisa mencemari air di permukaan maupun air tanah di sekitarnya.
*HASIL LAINNYA*
Apa dampak negatif penggunaan batu bara sebagai bahan bakar PLTU?
PLTU Batubara menyebabkan masyarakat terpapar bahan beracun, ozon dan logam berat. Dampak kesehatan yang berat disebabkan partikel mikroskopik (PM2.5) yang terbentuk dari emisi sulfur, nitrogen oksida dan debu.
*HASIL LAINNYA*
Apakah batu bara dapat menyebabkan pemanasan global?
Berbagai riset menunjukkan penggunaan batu bara mempengaruhi pemanasan global.
Batu bara menghasilkan gas apa?
Polutan terbesar dari pembakaran bahan bakar batu bara adalah emisi CO2, SO2 , partikel dan debu pengotor. Sulfur dioksida (SO2) merupakan salah satu emisi penting di instalasi pembangkit listrik (power plant) tenaga batubara.
*HASIL LAINNYA*
Bagaimana cara mengatasi pencemaran udara akibat dari debu batu bara?
Yaitu melakukan penyiraman selama kegiatan bongkar batubara, memasang jaring di sekitar lokasi untuk menyaring debu batubara dan menanam pepohonan di lokasi untuk dapat menangkap debu batubara serta menutup tumpukan batubara.
Adakah kerusakan lingkungan yang timbul akibat pengolahan batubara tersebut sebutkan?
Proses penambangan batu bara sendiri menimbulkan banyak kerusakan lingkungan, begitu pula pengolahan dan pemanfaatannya.
Gas tersebut akan mencemari udara dan membentuk asam yang akan turun ke bumi sebagai hujan asam. Pembakaran batu bara akan memproduksi partikel karbon hitam dalam jumlah besar.
Mengapa Proses pengolahan batu bara termasuk tidak ramah lingkungan?
Teknologi pengolah batu bara digunakan pada pertambangan batu bara. Teknologi ini tergolong dalam teknologi tidak ramah lingkungan karena menghasilkan partikel karbon hitam yang dapat menjadi polutan dan mencemari udara. Teknologi ini juga menghasilkan emisi radioaktif yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Bagaimana cara mengatasi kerusakan lingkungan akibat pertambangan?
Cara Mengatasi Pencemaran Lingkungan di Pertambangan.
a) Pencegahan Pencemaran Lingkungan b) Di Lokasi Pertambangan. …
c) Riset dan analisa lingkungan sebelum d) pelaksanaan program. …
e) Pengecekan berkala dan monitoring. …
f) Mengolah limbah sisa kegiatan perusahaan. …
g) Menghindari zona lindung dan konservasi. …
h) Pelaksanaan reklamasi.
Apa saja dampak positif dan dampak negatif pemanfaatan batu bara terhadap lingkungan?
Dampak positif yang dimaksud berupa terbukanya lapangan kerja, meningkatnya ekonomi masyarakat, meningkatnya usaha masyarakat local dan pembangunan infrastruktur. Serta dampak negatif berupa potensi pencemaran lingkungan, kerusakan hutan, penurunan kualitas udara dan beberapa dampak lain.
Apakah batu bara mencemari lingkungan?
Batu bara menimbulkan masalah karena pengambilan, pengolahan, dan penggunaannya merusak lingkungan. Produksi batu bara dilakukan dengan membabat hutan dan menggali tambang. Proses produksinya mencemari tanah, air, dan udara.
Seperti halnya menurut Kabid Amdal Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta yang menyolal bahwa yang namanya Ketum KPLHI yang pernah mendatangi kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta pernah mengajukan untuk permohonan perijinan Pertambangan dan Dokumen UKL UPL, namun pihak Lingkungan Hidup khususnya di bidang Amdal menyarankan serta memberikan rekomendasi kepada perusahaan CV. Al – Barokah Hasil Alam untuk mengurus surat ijin pertambangan Batu Bara ke provinsi. Namun, ternyata permohonan penerbitan pembuatan ijin pertambangan oleh provinsi di tolak.
Hal tersebut berdasarkan keterangan dan pernyataan dari Kabid Amdal Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, yakni saudara Mukti,” kata Oki.
“Dengan demikian Stockpile yang ada di congeang diduga tidak berijin,” jelas Oki.
“Maka kepada aparat penegak hukum agar segera menyidak lokasi Stockpile tersebut,” sambungnya.
“Bukan hanya itu, pemilik lahan yang menjadi fasilitator untuk tempat penyimpanan Stockpile tersebut juga harus di tindak secara tegas, mengingat persoalan tersebut akan sangat mengganggu dan akan berdampak kepada masyarakat,” kata Oki Kamis, (14/09/2023 ).”
Selain itu, Mukti selaku Kepala Bidang Analisis Dampak Lingkungan ( AMDAL ) saat di konfirmasi oleh Harun terkait meminta informasi sudah terbuat atau belumnya SPPL dari Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta mengatakan dirinya belum mengetahui tapi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta belum mengeluarkan SPPL.
“Jadi itu tidak benar, kalaupun mengeluarkan SPPL, yang berwenang itu adalah Kementerian bukan Dinas Lingkungan Hidup,” tegas Harun.
Di tempat terpisah. Menurut IS dan BS selaku pengusaha saat di konfirmasi di lokasi stockpile Rabu (13/9/2023) pihaknya sudah sesuai memenuhi administrasi.
“Iya Pak, kami juga selaku pengusaha paham dan tahu betul aturan main nya,, Kita juga telah mendaftarkan ijin nya melalui OSS Online. Kita juga telah menempuh ijin nya ke Dinas Lingkungan Hidup, ke Provinsi dan kita telah memiliki Ijin nya dari Kementrian,” tegas Kedua pengusaha tersebut.
“Kami juga telah membayar lahan ini kang, kepada Bos Anton sebesar 200 Juta dan uang nya telah kami berikan ke Bos Anton beberapa minggu ke belakang, uang sebesar 200 juta itu kami meminta semua pasilitas di lengkapi oleh bangunan, Pos jaga, Kantin dan fasilitas lainnya,” kata Bs saat menjelaskan kepada wartawan. Rabu, (13/9)
“Uang 200 Juta itu termasuk konfensasi kepada masyarakat Congeang. Namun sehubungan janji Bos Anton tidak menjalankan amanatnya kepada warga untuk memberikan. kondensasi, jadi dari pihak Kamilah selaku pengusaha yang telah memberikan kondensasi kepada warga masyarakat Congeang meski uang kondensasi yang telah kami berikan hanya sebesar 50 Ribu Rupiah per Kepala Keluarga dan Uang Konfensasi yang tadinya mau di urus oleh Bos Anton tidak kesampaian, ya akhirnya kita bereskan kepada masyarakat” jelas BS dan IS.”
Namun pada kenyataan nya. Setelah semua di klarifikasi oleh Oki, baik ke Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta dan juga kepada Dinas Provinsi dan Gakum ternyata terkait ijin stockpile batu bara tersebut Diduga belum memiliki ijin secara resmi sampai dengan sekarang. Jadi diduga penyimpanan Stockpile ini pun belum memiliki ijin.
“Dan jika tempat pelaku usaha di lokasi tempat mereka usaha sudah tertera atau telah terpampang papan informasi, maka hal tersebut sudah bisa di pastikan semua perijinan nya sudah di tempuh,” tandas Oki.
Sebelum berita ini di muat awak media masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.

Tinggalkan Balasan