JAKARTA – Dugaan praktik pungutan liar berupa pemotongan anggaran sebesar 5-7 persen dari nilai pekerjaan proyek pemeliharaan jalan di lingkungan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Banten buat heboh publik. Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) telah melaporkan persoalan ini ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan mengancam menggelar unjuk rasa jika tidak ada tindakan penyelesaian.

Pegiat Sosial asal Kabupaten Lebak, Sastra Wijaya, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pengawalan yang dilakukan GAMMA. Menurutnya, dugaan praktik korupsi semacam ini bukanlah isu baru di lingkungan pengelolaan infrastruktur Banten.

“Sudah lama beredar kabar adanya pemotongan anggaran. Angka 5-7 persen yang disampaikan GAMMA sangat layak dipercaya. Banyak kontraktor yang mengaku dipaksa membayar persentase tersebut sebagai syarat mendapatkan pekerjaan,” ujar Sastra kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).

Ia menegaskan, praktik tersebut merugikan keuangan negara sekaligus menurunkan mutu pembangunan. “Anggaran yang dipotong pasti diganti dengan bahan berkualitas rendah atau pengurangan volume pekerjaan. Akhirnya masyarakatlah yang menanggung akibatnya,” tegasnya.

Sekretaris Umum GAMMA, Ade Pahrul, mengungkapkan bahwa informasi tersebut bersumber dari pihak yang pernah terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek. Pihaknya telah melengkapi laporan dengan dokumen pendukung dan keterangan saksi, lalu disampaikan kepada Direktorat Jenderal Bina Marga.

“Ini bukan isu kosong. Kami minta dilakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap siapa saja oknum yang terlibat,” tandas Ade.

Merespons hal itu, Sastra Wijaya mendesak Kementerian PU dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera melakukan pemeriksaan menyeluruh. Ia menilai pengawasan ketat diperlukan agar keuangan negara tidak dihabiskan untuk kepentingan pribadi oknum.

“Jangan biarkan uang rakyat dijarah. Jika tidak ada langkah nyata dalam waktu dekat, maka unjuk rasa yang diancamkan adalah hak rakyat untuk menuntut keadilan,” desaknya.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen BPJN Wilayah Banten belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut. Sementara itu, GAMMA menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan bersiap mengambil langkah lanjutan jika permintaan tidak diindahkan.

Wartawan masih berusaha meminta tanggapan dari pihak-pihak yang terlibat untuk kelengkapan informasi.