LEBAK – Setelah diberitakan sebelumnya, terkait tragedi ambruknya pagar tembok Sekolah Dasar Negeri 3 Muncangkopong, yang berlokasi di Desa Muncangkopong, Kecamatan Cikulur mengakibatkan Mohamad Bahrul Khapi, Siswa kelas 2 meninggal dunia, berujung damai. Hal tersebut diungkapkan Kepala Sekolah SDN 3 Muncangkopong Mujan. Sabtu, (2/9/2023).
“Mengenai tragedi meninggalnya siswa kelas 2 Sekolah Dasar Negri 3 Muncangkopong, sekarang sudah tidak ada masalah lagi karena orang tua korban Allhamdullillah telah maklum dan menyadari akan takdirnya, sehingga tidak menuntut atas kelalaian pihak Sekolah,” ungkap Mujan melalui sambungan telepon selulernya.
Mujan mengatakan, terkait permasalahan tersebut segala sesuatunya telah selesai melalui Nota kesepahaman.
“Perjanjian diatas meterai antara pihak Sekolah dan Keluarga (Alm) telah selesai, dan bertindak sebagai saksi dari Aparat Penegak Hukum (APH) Polsek Cikulur,” katanya.
Mujan menambahkan bahwa pihak korban juga berjanji tidak akan menuntut dan menyadari insiden tersebut merupakan musibah dan takdir Ilahi.
“Begitupun pihak Sekolah yang diwakili Kepala Sekolah telah membantu pihak keluarga baik moril maupun materil,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Hadi, saat dikonfirmasi merasa bersyukur karena permasalahan tersebut selesai melalui Nota Kesepahaman.
“Syukur Alhamdulillah bila semua ini selesai melalui Nota Kesepahaman,” ucapnya.
Lebih lanjut Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak melalui Kepala Bidang Sekolah Dasar Hadi juga berharap kedepannya pihak sekolah agar lebih berhati-hati dalam menjaga anak didik di lingkungannya.
“Tragedi ini merupakan pelajaran bagi kita, agar kedepan tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan