LEBAK – Nasib malang menimpa anak laki-laki bernama Mohamad Bahrul Khapi, siswa kelas 2 pada Sekolah Dasar Negeri 3 Muncangkopong yang beralamat di Desa Muncangkopong, Kecamatan Cikulur, meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan tembok pagar sekolah. Jumat (1/9/2023).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak media, kejadian tersebut berawal Muhammad Bahrul Khapi, sedang asyik bermain bersama teman temannya dibelakang sekolah, namun nahas tiba-tiba ada temannya yang menggoyang goyangkan pagar tembok, sehingga tembok menjadi runtuh dan menimpa almarhum.
Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Hadi, mengucapkan belasungkawa atas insiden yang terjadi di SDN 3 Muncangkopong, Kecamatan Cikulur.
“Innalilahi wa innailaihi rojiun,
Allahumaghfirlahu warhamha waafihi wafuanhu. Mugi khusnul Khatimah. Saya turut berduka Cita yang se dalam dalamnya, atas meninggalnya, ananda Muhamad Bahrul Khapi siswa kelas 2 Sekolah Dasar Negeri 3 Muncangkopong Cikulur dan Alhamdulillah dengan diantar Kepala Sekolah, saya melakukan Tajiah ke rumah keluarga Almarhum,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Aliansi Aktivis Kabupaten Lebak, Hendra Bobi Abimanyu yang mengetahui kronologis tragedi menjelaskan bahwa, insiden tersebut terjadi pada jam 9.00 pagi WIB atau pada saat jam sekolah dan berada dalam lingkungan sekolah.
“Artinya dalam hal ini yang harus bertanggungjawab adalah pihak Sekolah baik secara moril maupun materil,” jelasnya.
Bobi berharap agar insiden ini segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum agar bisa di ketahui penyebab mengapa insiden tersebut bisa terjadi.
“Seperti tembok yang terlihat sudah keropos mengapa tidak di benahi oleh pihak Sekolah, kan disana ada anggaran Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk membiayai perawatan sekolah,” pungkasnya.
Sebelum berita ini di muat awak media masih mencoba mengkonfirmasi Kepala Sekolah Dasar Negeri 3 Muncangkopong, Mujan belum memberikan jawaban.

Tinggalkan Balasan