MADURA – Acara Jum’at berkah yg di gagas oleh satuan lalu lintas polres Sampang kali ini berbeda dengan hari hari Jum’at sebelumnya, terlihat para pengayuh becak yang mangkal didepan Pasar Srimangunan Kota Sampang membuat tagar dengan tulisan #Kami masih butuh Polisi, Kami cinta Polisi# sekitar puluhan tukang becak berdiri tegak memegang tulisan tersebut dengan mengangkat jempolnya.

“Kita ketahui bersama, dengan adanya situasi terkini kepada institusi Polri, dengan hebatnya goncangan, serta cobaan pada baju coklat ini, tentunya diharapkan oleh masyarakat POLRI semakin profesional dan sepenuh hati melayani masyarakat, dengan jargon nya PRESISI, prediktif, responsibilitas, transparansi berkeadilan,” kata Shaleh tukang becak warga Desa Kassenih Karang Dalam Sampang yang saat itu sedang mangkal di lokasi kepada awak media. Jum’at (28/10/2022).

Dikatakan Shaleh memakai bahasa daerah, Kauleh salut dek bapak Kapolri dengan gagahnya melakukan langkah se beccek, kaangghui menegakkan aturan dengan tegas dan adil dek oknum polisi se berbuat serong tor menjatuhkan citra Polisi thibbik amanah konstitusi. Mallar moggeh e parengnah sehat tor kuat dek pak Kapolri. Artinya : ” Kami salut dengan upaya pak Kapolri, dengan langkah tegap mengambil langkah langkah yang kongkrit untuk bersih bersih diri, mengangkat citra Kepolisian dengan penegakan hukum kedalam, menghukum oknum oknum yang sudah menciderai amanah Konstitusi.  Semoga diberikan kesehatan dan kekuatan kepada bapak Kapolri.

” Kami para tukang becak menyampaikan terimakasih sebesar besarnya kepada Polisi yang sudah peduli kepada orang kennik meskipun hanya nasi bungkus dan air mineral, Kami senang dan bangga, itu sangat berarti bagi kami, rutin tiap hari Jum’at Polisi Polisi ini menyapa kami disini mereka yang baik, merakyat, humanis, menyapa tidak sombong, menyampaikan himbauan di jalan….. dek pak Mashudi dkk … Mator sakalangkong,” imbuhnya.

“Tentunya harapan kita bersama Polisi untuk saat ini, dan masa yang akan datang masih di harapkan dan dicintai kehadirannya ditengah tengah masyarakat, bayangkan satu hari saja Polisi RI ini tidak berdinas secara bersama sama, apa yang akan terjadi; pencurian, kejahatan, keributan, kemacetan dijalan, kecelakaan…. siapa yang menanganinya, ada jambret, penipuan, penganiayaan, ijin keramaian, musibah banjir tanah longsor, pak polisi selalu ada di tengah tengah masyarakat, terus bagaimana kalok tidak ada aparat kepolisian, bayangkan apa yang akan terjadi,” tambahnya.

“Semoga POLRI kedepan selalu dalam lindungan Allah SWT, diberikan kekuatan, ketabahan, serta perlindungan menghantarkan negara Republik Indonesia ini menuju masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur. Baldatun toyyibatun wa rabbun Ghafur Aaamin,” pungkasnya.