BANTEN – Pabrik Peleburan Timah timbulkan polusi udara serta cemari lingkungan. Diketahui keberadaan pabrik yang melenggang beroperasi diduga tanpa mengantongi izin dari dinas terkait tersebut berlokasi di Kampung Kandang Sapi, Desa Songgom Jaya, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.
Asap tebal bau tidak sedap sangat menyengat menjadi pemandangan sehari-hari bagi masyarakat sekitar. Disamping itu dari pantauan media di lokasi, pengelolaannya pun dilakukan secara terbuka akan tetapi herannya tidak terlihat papan nama perusahaan. Selasa, (2/4/2024).
Minimnya tindakan dari dinas dan aparat penegak hukum menjadi permasalahan. Pasalnya para oknum ini beroperasi meski berdampak membahayakan lingkungan ditambah lagi para pekerja di pabrik tersebut tidak menggunakan safety first.
Salah satu masyarakat, Rm (36) mengaku bahwa dirinya sangat terganggu oleh asap dan bau dari kegiatan peleburan timah karena sering menimbulkan asap hitam dan bau menyengat dan yang sering dirasakan adalah sesak pernapasan apalagi ketika melintas di sekitar lokasi peleburan.
“Iya kalau saya lewat dari Bakung mau kejalan raya siang atau sore hari itu asapnya tebal hitam baunya menyengat bikin sesak napas karena asap pembakaran pelastik campuran timah,” katanya.
Hal senada diungkapkan RI (40), mengaku ketika melintas di lokasi tersebut saat berangkat bekerja, merasa terganggu dengan bau yang ditimbulkan oleh Kegiatan peleburan timah yang berasal dari Kampung Kandang Sapi tersebut, khususnya bagi masyarakat yang melintas dilokasi peleburan karena tempatnya persis dipinggir jalan.
Selain itu dia juga berharap agar Pemerintah segera bertindak dan menertibkan kegiatan peleburan timah karena sangat mengganggu lingkungan karena menyebabkan polusi udara.
“Saya harap Satpol PP dan Polisi segera bertindak ini sudah sangat mengganggu . Enak saja dia yang dapat untung masyarakat sini kena dampaknya. Sekali lagi kami meminta tolong kepada aparat Penegak Hukum dan satpol PP bertindak untuk menutup peleburan ilegal itu,” tandasnya.
Sebelum berita ini di muat awak media masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.

Tinggalkan Balasan