PEKANBARU – Pada Minggu lalu Sempat beredar kabar terkait beredarnya Video bak Diskotik di SMK Negeri 7 yang berada di Kelurahan Lembah Damai Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru, hal ini membuat beberapa Tokoh di Rumbai untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi.
Menurut Suhermanto yang merupakan Tokoh masyarakat Rumbai saat di Konfirmasi wartawan mengatakan bahwa itu berita salah pemahaman, harus diluruskan, karena dirinya sudah bertanya kepada pihak Sekolah dan Pihak yang mengetahui lainnya.
“Artinya saya sudah konfirmasi dari berbagai sumber bahwa Video itu adalah Video mentah Film yang merupakan bagian dari pembelajaran kejuruan anak,” ujarnya.
“Kecuali disekolah itu tidak ada jurusan yang dimaksud bisa saja kita berasumsi lain,” sambungnya.
Selanjutnya, Suhermanto yang merupakan Sekretaris Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru yang juga sebagai Ketua Forum Pemuda Peduli Masyarakat Miskin ( FPPMM ) Kota Pekanbaru ini menambahkan bahwa dirinya sangat mengetahui tentang seluk-beluk SMK ini dan sebenarnya merupakan salah satu sekolah terbaik di Rumbai.
“Semenjak Kepala Sekolah ini diganti semua Ijazah anak yang sebelumnya tertahan dikarenakan persoalan tertentu pada sekolah semuanya sudah diserahkan kepada pemiliknya, artinya ini menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat, kami sangat mengapresiasi, sebab banyak di Sekolah lain yang belum manampakkan komitmentnya terhadap persoalan ijazah dan ini adalah bukti nyata bahwa SMK ini terbaik layak dicontoh oleh sekolah lain,” ungkapnya.
Suhermanto mengajak kepada semua Pihak agar mengakhiri pemberitaan negative ini karena dapat mengganggu Psikis anak yang sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional.
“Selain itu isu ini bisa liar dan merugikan kita semua,” harapnya.
Selaras dengan penjelasan Suhermanto, Humas SMK 7 Pekanbaru, Maman juga memberikan Klarifikasinya yang mana menurutnya Jurusan Broadcasting dan Perfilman SMKN 7 Pekanbaru adalah sebuah program keahlian yang mempelajari dasar – dasar kemampuan dan keilmuan menjadi seorang pekerja film dan TV.
“Di Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman siswa akan mempelajari tentang Pembuatan Sebuah Program acara, Membuat Ide, Proses Development, pembuatan naskah, breakdown naskah, perancangan jadwal produksi,proses produksi, promosi , eksebisi, hingga distribusi,” ujarnya.
Humas SMKN 7 Pekanbaru juga menegaskan bahwa video yang beredar dibeberapa media online yang mengatakan aksi viral video siswa yang menjadikan sekolah bagaikan diskotik, ini merupakan tahapan anak dalam Pembuatan content tersebut dalam rangka pra UKK broadcasting dan film, salah satu paket soalnya ada tentang video iklan layanan masyarakat, salah satu kelompok mengambil tema tentang pergaulan bebas dan narkoba di zaman Gen-Z Karena tidak memungkinkan untuk peliputan di tempat yang sebenarnya, mereka memanfaatkan studio broadcasting dan film, karena di kejar deadline mereka pas ada kesempatan maka mereka membuatnya, film mentah tersebut oleh salah satu dari siswa mengupload ke medsos dengan tambahan narasi dan audio. Namun disayangkan di upload oleh siswa Tanpa ada keterangan yang jelas Sehingga viral dan disalah artikan oleh beberapa netizen.
“Telah kami telusuri kepada siswa, dalam pembuatan video tersebut bukan di jam pelajaran sekolah, melainkan pada waktu pulang sekolah dengan kondisi hujan deras, maka mereka memanfaatkan waktu dengan membuat tugas tersebut sembari membersihkan ruangan Studio broadcast & Film dan alat yang mereka pakai itu merupakan Mixer Audio dalam keadaan mati, namun siswa yang upload video tersebut sudah di proses oleh kepala jurusan sudah diproses karena menyalahgunakan Medsos dan berjanji tidak akan mengulangi kejadian tersebut,” tutup Maman.

Tinggalkan Balasan