KABUPATEN LEBAK – Pembangunan pabrik gitar yang berlokasi di Kampung Pancur, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Banten tuai polemik dari berbagai kalangan.  Pasalnya pabrik yang telah di Segel oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Lebak beberapa waktu lalu  dikarenakan ijin pendiriannya belum berkekuatan Hukum tetap, atau belum di Rekomendasi oleh Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMTSP), kini datang kembali persoalan baru yakni, tentang ijin lingkungan dari masyarakat setempat.

Hal tersebut didapat berdasarkan keterangan narasumber yang meminta agar namanya di rahasiakan. Senin,  (31/7/2023).

Sumber menuturkan bahwa, awalnya pabrik ini meminta persetujuan warga untuk membuat ijin lingkungan di atas lahan seluas 8400 m.

“Yang saya tahu ini akan dibangun sebuah pabrik Gitar, dan berkat kerjasama yang baik dengan warga, khususnya Karang taruna setempat, maka keluarlah ijin lingkungan atas nama PT Sipa, yang bergerak dibidang pembuatan Gitar,” tuturnya.

Menurut Sumber, dirinya merasa heran karena entah kenapa seiring berjalannya waktu, pabrik tersebut bisa berubah nama menjadi PT Getro Manufakturing yang bergerak di bidang suku cadang komputer.

“Karena erdasarkan aturan yang berlaku, apabila ada perubahan nama, atau tidak sesuai dengan yang tertera dalam ijin lingkungan, maka ijin lingkungan tersebut cacat demi hukum dan itu harus dirubah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bojongleles, Eman saat dikonfirmasi melalui via WhatsAppnya, membenarkan bahwa didaerahnya akan dibangun pabrik,  akan tetapi dirinya tidak menjelaskan secara detail nama perusahaan yang akan berdiri di wilayahnya apakah atas nama PT Gentro Manufakturing atau PT Sipa.

“Iya kali bang saya lupa, soalnya sudah lama sih, coba saja konfirmasi ke H. Didi Lebong, beliau lebih tahu,” jelasnya  sambil mengirimkan nomor personnya kepada awak media.

Selanjutnya sesuai arahan dari Kepala desa tersebut, awak media mencoba berkomunikasi dengan H. Didi, namun ketika dihubungi, dengan lugas dirinya  menjawab bahwa konfirmasi yang dilakukan awak media salah sasaran karena dirinya tidak merasa ikut campur dalam pembangunan pabrik tersebut.

“Salah kirim pak, seharusnya ke Management saya tidak ikut campur dalam pembangunan pabrik tersebut,” singkatnya.

Sebelum berita ini di muat awak media masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait. (*)