PURWAKARTA – Ramaldi warga Gang Nusa Indah lll, RT/04, RW/01 Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta menjadi korban imbas tanah longsor air irigasi. Dampak longsor mengakibatkan dinding rumahnya hancur.

Sejak insiden tersebut, tepatnya pada tanggal 31 Desember 2023 sampai detik ini Ramadi mengaku belum mendapat bantuan dari Pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, padahal dirinya sudah memberikan proposal permohonan dari tanggal 18 Januari 2023 kemarin.

“Faktanya sampai detik ini belum ada informasi mengenai kelanjutan permohonan itu ya, terus kami harus bagaimana,” kata Ramaldi kepada Wartawan. Minggu, (10/3/2023).

Ramaldi mengaku pasrah karena tidak mampu membangun ataupun memperbaiki pondasi irigasi selokan yang semestinya tanggungjawab Pemerintah.

“Saya dan istri merasa khawatir akan terjadi ambruk susulan terlihat bangunan rumah yang mengalami pergeseran akibat tembok penahan tanah tak kunjung diperbaiki ini,” ungkapnya.

Ramadi kembali meminta kepada Pemerintah khususnya kepada Pemkab Purwakarta segera merespon apa yang dikeluhkannya ini.

“Dengan segera merealisasikan bantuan darurat melalui proposal yang diajukan, karena khawatir saat musim hujan air irigasi deras bisa mengakibatkan ambruk susulan,” harapnya.

Ramadi menilai Pemerintah daerah sangat tidak realistis apabila memakai anggaran darurat seperti harus ada korban dulu, sangat tidak manusiawi.

“Harus menunggu korban dulu baru turun bantuannya begitu aturan aturan seperti apa ini. Sudah jelas-jelas warga lagi membutuhkan bantuan Pemkab,” pungkasnya.

Sebelum berita ini di muat awak media masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.