BOGOR – Sejumlah pengguna jalan mengeluh akibat ruas Jln Parung Panjang-Sudamanik, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, tersendat dan tertutup tidak bisa bergerak. Pasalnya, Blokade jalan yang mengakibatkan kemacetan tersebut ditengarai Oleh aksi demo Para Sopir Truk yang di ketahui menuntut Pembatasan Lintas Jam Operasional. Jum’at, (8/12/2023) malam.

Salah seorang pengguna jalan, Parid menuturkan bahwa, akibat demo yang dilakukan oleh para Sopir Truk, para pengendara jadi tidak bisa melintas,  bahkan dirinya saja terjebak kurang lebih 4 Jam. Parid mengaku sangat menyayangkan hal ini, karena para pendemo terkesan tidak menghargai pengendara yang sedang melintas di area Jln Parungpanjang- Sudamanik.

“Saya menghargai apa yang bapak-bapak ini perjuangkan, tapi setidaknya hargai juga pengendara lainnya yang saat ini sedang ada kebutuhan lain, takutnya kan ada juga yang sedang urgent,” tuturnya kepada Awak Media saat di lokasi.

Pria asal Kabupaten Bogor ini juga merasa terganggu dengan aksi yang di lakukan para sopir truk karena telah menghalangi pengguna jalan yang sedang melintas. Untuk itu, Parid meminta kepada para Sopir Truk untuk memberikan ruang jalan agar bisa lewat sehingga bisa pulang ke arah tempat tinggalnya.

“Saya cuma minta untuk di beri celah sedikit supaya mobil kecil masuk termasuk mobil saya karena ini sudah larut malam sekarang saja sudah jam 01.30 WIB. Saya sudah 4 jam lebih disini,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Sunardi, supir Angkutan Umum Kota (Angkot) yang beroperasi di Kabupaten Bogor. Menurutnya, dengan diblokade Jln Parung Panjang- Sudamanik ini,  penumpangnya banyak yang membatalkan tumpangannya karena dengan alasan adanya demo.

“Otomatis untuk mencari rezeki jadi terhambat, padahal jumlah penumpang dihari ini biasa cukup meningkat karena menjelang libur, ya akibat adanya demo jadi menurun drastis,” imbuhnya.

“Sudah sulit penumpang, rata-rata penumpang tidak mau naik angkot karena takut demo, kami terpaksa jalan kosong, belum lagi terjebak kemacetan, kami rugi,” tambahnya.

Sunardi berharap kepada pihak-pihak terkait agar bisa turun kebawah untuk melihat dan membereskan permasalahan ini.

“Agar tidak menutup rezeki para supir (angkot,-red) dan memberikan ruang kepada pengguna jalan lainnya,” harapnya.

Sebelum berita ini di muat awak media masih mencoba mengkonfirmasi pihak- pihak terkait.