SERANG – Dugaan penyalahgunaan anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tahap II di Desa Cirangkong, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten, masih menjadi perbincangan hangat di kalangan warga. Selain dugaan pergeseran alokasi dana yang seharusnya untuk pengembangan usaha desa, keberadaan item “Ketapang” dalam laporan keuangan selama tiga tahun juga menjadi titik tanya yang belum terjawab.
Informasi dari narasumber yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan bahwa anggaran BUMDes yang seharusnya difokuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, seperti pengembangan produk unggulan dan peningkatan kapasitas usaha masyarakat, justru dialokasikan untuk pembangunan fisik di Kampung Pasir Gintung. Kejadian ini terjadi selama periode 2022 hingga 2024, disertai dugaan maladministrasi dan ketidakjelasan terkait item “Ketapang”.
“Kami kecewa karena anggaran yang seharusnya bermanfaat untuk usaha desa justru digunakan untuk proyek lain. Tidak ada informasi yang jelas kepada masyarakat tentang alasan perubahan ini,” ujar narasumber, Kamis (11/12/2025).
Penyaluran dana yang tidak sesuai prosedur mengakibatkan pergeseran fokus dari target utama BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa. Masalah ini diperparah oleh kurangnya transparansi pelaporan keuangan dan proses pengambilan keputusan yang kurang melibatkan partisipasi warga. Lebih lanjut, item “Ketapang” yang tercatat selama tiga tahun terakhir tidak memiliki penjelasan rinci apakah itu proyek, barang, atau biaya lain, serta bagaimana dana yang dialokasikannya digunakan.
“Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat terkait efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan BUMDes. BUMDes yang seharusnya menjadi andalan justru menghadapi masalah yang berpotensi menghambat perkembangannya,” tandas narasumber.
Untuk memperdalam informasi dan memastikan keberimbangan, awak media telah melakukan upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Cirangkong. Namun, sampai saat ini, Sunardi belum memberikan tanggapan apapun.
Di sisi lain, Inspektorat Kabupaten Serang, Rudi, telah menerima informasi yang diberikan oleh awak media. Melalui pesan WhatsApp, ia menyampaikan terima kasih dengan kata-kata singkat: “makasih infonya.”
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih terus mencoba mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan