BANTEN, TintaKitaNews.com – Polda Banten secara resmi memulai tahap pembangunan atau peletakan batu pertama (ground breaking) revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi yang terletak di Kampung Cidohok, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (8/5/2026), sebagai bukti nyata komitmen kepolisian dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Proses pembangunan dipimpin langsung oleh Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki. Turut hadir mendampingi, Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, serta unsur Muspika Kecamatan Anyer dan perangkat daerah setempat. Kehadiran jajaran pimpinan kepolisian dan pemerintah daerah menegaskan bahwa infrastruktur ini memiliki peran vital bagi kelancaran aktivitas warga sehari-hari.
Dalam keterangannya usai kegiatan, Irjen Pol Hengki menegaskan bahwa revitalisasi jembatan ini bukan sekedar pembangunan sarana fisik semata. Langkah tersebut dinilai memiliki makna lebih luas sebagai bentuk kehadiran negara untuk membuka akses kehidupan yang lebih layak, serta memperkuat konektivitas antarwilayah bagi masyarakat pedesaan.
“Pembangunan jembatan ini bukan hanya tentang membangun sarana fisik. Lebih dari itu, ini adalah upaya menghadirkan harapan, membuka akses kehidupan yang lebih baik, serta memperkuat konektivitas masyarakat pedesaan,” ujar Irjen Pol Hengki.
Pihaknya menargetkan, setelah revitalisasi rampung, Jembatan Merah Putih Presisi dapat berfungsi maksimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi warga, mempermudah akses ke fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta menjamin mobilitas yang lebih aman. Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten, Kombespol Maruli Ahiles Hutapea menjelaskan, program ini merupakan bagian implementasi konsep Polri Presisi. Konsep tersebut mengarahkan seluruh jajaran kepolisian agar hadir lebih dekat, peka, dan bergerak cepat dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat termasuk pemenuhan sarana dan prasarana penunjang kehidupan.
“Langkah revitalisasi ini adalah wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan keberadaan kepolisian tidak hanya berfokus pada penegakan hukum dan keamanan semata, tetapi juga berperan aktif dalam memajukan kesejahteraan umum, terutama di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih,” tegas Kombespol Maruli.
Ia menambahkan, proyek ini juga menjadi simbol kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sinergitas tersebut dinilai kunci agar setiap pembangunan tepat sasaran, bermanfaat luas, dan berkelanjutan. Nantinya, jembatan yang lebih kokoh dan memadai diharapkan mampu mempererat hubungan antarwarga serta mendorong kemajuan ekonomi di wilayah Kecamatan Anyer dan sekitarnya.
“Mari kita rawat dan jaga fasilitas yang telah dibangun bersama untuk kebermanfaatan bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan