BANTEN – Adanya aktivitas penambangan galian tanah urug di Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak selain sudah banyak di soal, kini dampaknya telah membuat resah warga sekitar khususnya pengguna jalan. Pasalnya, aktivitas yang diduga tidak berizin tersebut, kini telah mengakibatkan jalan lingkungan rusak dan licin.
Selain itu, akibat ceceran tanah urug sepanjang jalan yang dibawa oleh truk muatan overload tersebut sering menimbulkan banyak korban berjatuhan terpeleset.
Salah seorang warga bernama Apin mengeluhkan keberadaan aktivitas galian tanah urug yang sudah beroperasi sekitar dua bulan di Desa Mekarsari tepatnya di Kampung Babakan dan Kampung Mulih tersebut. Bahkan, kata dia, sampai sekarang masih rutin beraktivitas. Ironisnya dari pihak Pemerintah Desa setempat dan Dinas terkait seolah tutup mata tanpa memperdulikan keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar.
“Saya heran dengan adanya aktivitas galian tanah ini padahal telah membuat warga resah dan jelas dampak yang di timbulkannya namun seakan dibiarkan bebas beroperasi, ada apa ya,” katanya kepada Wartawan saat di lokasi. Sabtu, (2/3/2024).
Menurut Apin, bukan hanya warga sekitar saja yang merasa resah, akan tetapi pengguna jalan karena jalan yang biasa di lalui menjadi licin akibat ceceran tanah yang tersiram air hujan.
“Kegelisahan warga antara lain karena pengangkutan hasil galian menggunakan truk jumbo dan pengangkutannya pun melebihi tonase (Overload,-red) hingga mengakibatkan tanah berceceran di jalan yang banyak dilalui warga sekitar maupun pengguna jalan lain, apalagi sekarang sudah masuk musim penghujan. Lihat saja jalan licin akibat banyaknya ceceran tanah yang terjatuh,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan pengguna jalan yang lain, Depih mengaku, adanya aktivitas galian tanah tersebut membuatnya enggan melintas di jalan tersebut karena khawatir terpeleset.
“Ngeri sekali saya lewat jalan itu, mobilnya besar-besar belum kalau panas debu berterbangan mengganggu pandangan dan pernapasan. Apalagi, kalau hujan begini jalan licin. Kalau hujan begini saya harus mutar cari jalan lain,” ungkapnya.
Sebagai warga mereka juga berharap agar Pemerintah segera melakukan penindakan tegas khususnya kepada Pemerintah Desa setempat dan pihak-pihak terkait.
Sebelum berita ini di muat awak media masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.

Tinggalkan Balasan