BEKASI – Sungguh sangat di sesalkan prilaku oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cikarang Timur Kabupaten Bekasi Jawa Barat ini, diketahui setelah mendapati pemberitaan dari hasil surat konfirmasi seputar anggaran di SMAN 1 Cikarang Timur yang mencapai milyaran rupiah. Jum’at, (1/3/2024).

Diundang untuk klarifikasi berita dan akan menjelaskan tentang prestasi sekolah untuk di publikasikan oleh manuvernews.com dan tim media. Namun alangkah disayangkan setelah bertemu, EO yang merupakan Kepsek SMAN 1 Cikarang Timur tersebut langsung mengeluarkan muka sinis dan mencak-mencak soal berita yang menurutnya Tendensius (sepihak).

“Kalau masalah kedinasan ya kedinasan aja dan itu sebodoh amatan, jangan bawa tendensius pribadi saya,” ucap EO sambil menggebrak meja.

Bahkan, bukan hanya itu saja, EO diduga dengan entengnya mengatur sistim mekanisme pemberitaan dari media masa. Padahal melihat tugas, fungsi dan topoksinya dia merupakan sebagai pejabat negara yang tidak luput dari kontrol dan kritik sosial.

Hidayat, Ketua Team Bekasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan, cara menyikapi pemberitaan semacam itu tidak pantas dilakukan oleh seorang pendidik apalagi statusnya kepala sekolah yang merupakan leader di satuan pendidikan yang dipimpinnya.

“Seharusnya jelaskan saja keterangan apa yang di perlukan, kurang elok di lihat ya, masa seorang pembina pendidik di satuannya seperti itu,” jelasnya.

Selanjutnya Hidayat menegaskan kepada Dinas Pendidikan Jawa Barat agar segera melakukan evaluasi. Selain itu Ketua LSM yang konsisten mengawal dan membantu masyarakat tersebut ini juga meminta Dinas Pendidikan Jawa Barat mencopot status Eri Orpa sebagai Kepala Sekolah karena dinilai tidak beretika.

“Kami mohon Kepala dinas pendidikan Jawa Barat di minta copot Eri Orpa dari Kepala Sekolah,” tegasnya.

Hidayat juga menyayangkan atas kejadian ini dan berharap tidak terulang kembali dikemudian hari, karena menurutnya masalah tendensius pribadi itu mencerminkan sebagai kepemimpinan Eri Orpa selaku Kepsek yang seolah arogan.

“Seolah Eri Orpa lupa bahwa dia selaku penerima dan pengguna anggaran,”  pungkasnya.

Sebelum berita ini di muat awak media masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.