BANTEN – Kota Serang merupakan Ibu Kota Provinsi Banten dengan tagline Madani. Sebagai pusat administrasi, tentu intensitas aktifitas masyarakat di kota serang cukup lumayan padat.
Tak heran, jika intensitas yang tinggi tersebut kerap kali membuat celah atau peluang untuk mendirikan tempat hiburan malam di Kota Madani tersebut.
Seharusnya pemerintah lebih faham apa arti dan tujuan Madani. Pemerintah harus menunjukan komitmennya, karena Kota Serang yang dalam menjalankan pemerintahannya tidak akan lepas dari koridor agama. Untuk itu bersihkan kota Serang dari minuman keras dan tempat-tempat maksiat, demikian disampaikan Aditya Ramadhan Pengurus DPD KNPI Banten, Minggu (31/12/2023).
Menurutnya, keberadaan tempat hiburan malam tentu tidak sepenuhnya menguntungkan masyarakat sekitar. Adanya aktifitas pada malam hari akan berpengaruh terhadap kegitan sosial masyarakat. Salah satu efek dari adanya hiburan malam adalah menjadikan kawasan tempat tinggal masyarakat menjadi tidak aman, nyaman dan tingkat kriminalitas yang cukup lumayan tinggi.
“Apalagi mau tahun baru, aktifitas masyarakat cukup tinggi, jangan sampai mengarah kepada yang negatif, kita ini kan terkenal dengan kota yang religius dan madani,” ujarnya.
Aditya mengaku miris karena tempat hiburan malam justru penuh di isi oleh anak muda yang notabenenya sebagai generasi penerus bangsa.
“Mau dibawa kemana arah bangsa kita ini, jika anak mudanya doyan mabuk, doyan konsumsi obat terlarang dan lain lain,” jelasnya.
Selain menjadi tempat hiburan dan pesta miras, Aditya menduga bahwa peredaran obat terlarang santer terjadi di tempat-tempat tersebut.
“Ini perlu menjadi perhatian serius dari jajaran pemerintah kota serang maupun APH, harus sering patroli bahkan jangan ragu untuk tindak tegas oknum-oknum nakal yang mendirikan hiburan malam tidak sesuai regulasi,”katanya.
Lebih jauh, Aditya Ramadhan menegaskan bahwa, maraknya tempat hiburan malam yang ada di Kota Serang merupakan representasi kegagalan dari Pemerintah Kota Serang, Kepolisian, Satpol PP dan stakeholder terkait dalam menjaga Kamtibmas.
“Gagal ini Pemkot, Polres, Satpol PP dan lainya dalam menjaga kamtibmas, indikator nya ya dengan marak nya tempat hiburan malam. Selain itu, ini juga menambah kesan seolah pemerintah tidak peduli dengan Generasi Muda,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan