MEDAN – Kalangan Jurnalis dan pimpinan media marah menyusul adanya aksi dugaan pemerasan yang dilakukan komplotan Oji Cs dengan mengaku sebagai wartawan, demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Media Online (DPD IMO) Sumatera Utara H.A Nuar Erde. Jum’at, (22/12/2023).
Menurut Nuar, Aksi pemerasan yang dilancarkan komplotan Oji Cs itu telah melukai dan merendahkan harkat dan martabat wartawan.
“Karena itu, kami Ikatan Media Online Sumatera Utara minta Kapoldasu dan jajaran segera mengusut dan menangkap kawanan pelaku yang berupaya merusak citra dan nama baik profesi wartawan,” ujar Nuar Erde berang di Kantor Gubernur Sumut.
Nuar menjelaskan bahwa, wartawan memilliki standar profesional, bukan asal-asalan jadi wartawan lalu buka media, apakah itu media online atau media cetak dan elektronik sekalipun.
“Membuka media pun ada administrasi dan aspek legalitasnya. Medianya tidak bodong. Wajib ada akta notaris, terdaftar, terverifikasi dan wartawannya juga memiliki kompetensi dan sertifikasi,” jelasnya.
“Jadi kalau ada oknum ngaku-ngaku wartawan dan menyebar berita di media sosial, itu bukan wartawan. Dia itu bisa jadi provokator dan penyebar hoax, lebih dahsyatnya lagi penyebar fitnah,” sambung Nuar Erde.
Nuar menegaskan, wartawan juga memiliki kompetensi dalam menulis berita di media dan diterbitkan sesuai dimana tempat wartawan tersebut bernaung.
“Ya tadi itu ada media online, cetak baik itu elektronik sekalipun. Kalau ditulis di media sosial, itu bukan berita dan penguploadnya bukan wartawan, apalagi hoax, fitnah dan memeras. Ini bahaya dan harus ditertibkan dan jangan mengaku wartawan. Dia itu namanya sudah merusak marwah wartawan,” tandas Nuar Erde.
Sebelum berita ini di muat awak media masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.

Tinggalkan Balasan