BANTEN – Seiring beredar luasnya informasi terkait utang RSUD Kabupaten Pandeglang kepada PMI Kabupaten Pandeglang sebesar Rp2 Miliar, menuai keprihatinan semua pihak. Pasalnya, jika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut, jelas akan berdampak PMI Kabupaten Pandeglang tidak dapat berpartisipasi darah lagi.

Hal itu diungkap Pimpinan Komisariat Federasi Mahasiswa Islam Syekh Manshur (PK FMI SYEKH MANSHUR), Afif Mutaqqin bersama Serikat Mahasiswa Aspirasi Rakyat (SEMAR) ketika menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang, Rabu (5/6/2024).

Dalam orasinya, Afif menyampaikan, Kabupaten Pandeglang akan terancam kehabisan stok darah akibat adanya permasalahan yang belum terselesaikan dengan PMI Pandeglang.

“Soal utang pembelian darah dari UDD PMI Cabang Pandeglang sebesar Rp2 Miliar yang belum diselesaikan oleh RSUD Berkah Pandeglang akan berdampak kepada masyarakat yang membutuhkan darah,” kataya seraya berteriak memaparkan poin-poin tuntutan.

Menurut Afif, pengelola RSUD Pandeglang dianggap gagal dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Saya pikir hal ini sebetulnya dan seharusnya memang tidak boleh terjadi dikarenakan akan memicu terjadinya promblematiks kesehatan yang sangat tinggi, dan berpotensi ketidakpercayaan publik terhadap pengelolaan RSUD Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia juga menyoal sikap RSUD Kabupaten Pandeglang terkesan cuek dan abai terhadap permasalahan yang jelas akan berdampak kepada masyarakat membutuhkan darah.

“Seharusnya pengelola RSUD Kabupaten Pandeglang harus bisa lebih profesional dan objektif lagi dalam bekerja karena ini menyangkut banyak nyawa masyarakat Pandeglang. Kami juga menyayangkan sikap pihak Dinkes Pandeglang terkesan cuek dan mengabaikan permasalahan yang saat ini terjadi. Kami nilai mereka tidak becus bekerja dan sebaiknya di evaluasi saja, karena masih banyak orang-orang kompeten yang mau mengabdikan diri membantu masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Aldi selaku Kordinator Lapangan Aksi menambahkan, pihaknya merasa prihatin atas bobroknya pengelolaan dan Management RSUD Kabupaten Pandeglang serta kurangnya perhatian pemerintah daerah.

“Saya prihatin dan menyayangkan sikap Pemda Pandeglang yang terkesan cuek dan mengabaikan masalah RSUD Kabupaten Pandeglang ini, padahal rumah sakit adalah tempat orang untuk menggantungkan harapan sehat bukan malah memperparah keadaan masyarakat supaya lebih sakit,” ungkapnya.

Pantauan dilapangan, masa aksi terus menyuarakan keprihatinannya terhadap dampak yang akan terjadi apabila permasalahan tersebut tidak cepat diselesaikan.

Sebelum berita ini dimuat, awak media masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.