JAKARTA – Ramai menjadi perbincangan, diduga kegiatan ditunggangi organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan gerakan Metamorfoshow di TMII yang berkedok Isra Mi’raj pada beberapa hari yang lalu di media sosial, demikian disampaikan Yudi A. Pamuji sebagai Wakil Ketua (Waka) 2 dari ormas DPP BPKB Banten pada Kamis, (29/2/2024).

“Kegiatan Metamorfoshow di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur tersebut diduga ditunggangi Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Kegiatan yang dihadiri sekitar 1.200 orang diantaranya diduga mantan Jubir HTI Ismail Yusanto, Influencer Gen Z HTI M. Ihsan Akbar, dan produser Dokusinema sejarah Islam Jejak Khilafah di Nusantara Akhmad Adiasta,” jelasnya.

Menurut Yudi, di acara Metamorfoshow Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang berkedok dalam acara isra mi’raj apabila dibiarkan maka dampaknya sangat akan membahayakan bangsa dan rakyat Indonesia.

“Oleh arena itu, HTI itu akan merusak regenerasi bangsa Indonesia, khususnya kaum milenial dan keberagaman budaya Indonesia,” ujarnya.

Dikatakan Yudi, sebagaimana diketahui, HTI sendiri resmi dibubarkan dan dilarang pada 19 Juli 2017 oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang menyatakan HTI dibubarkan.

“Sudah saatnya masyarakat sadar dan peduli terhadap bahaya salafi-wahabi itu,” katanya.

Yudi mengingatkan kepada pihak Kepolisian untuk segera mengambil keputusan yang tepat dan bertindak tegas agar tidak terjadi lagi pergerakan lainnya, khususnya dilakukan oleh organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan organisasi terlarang yang lainnya.

“Kita serahkan ke polisi, kita dukung polisi untuk melakukan pengusutan terhadap masalah itu. Serahkan ke polisi, karena HTI kan sudah dinyatakan sebagai organisasi terlarang, tidak boleh beraktivitas di republik ini, jadi bila ada pelanggaran itu polisi yang melakukan tindakan tersebut,” tandasnya.