LEBAK – Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang  menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Upaya kesehatan tersebut diselenggarakan dengan menitik beratkan kepada pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai derajat kesehatan yang optimal, tanpa mengabaikan mutu pelayanan kepada perorangan.

Namun lain hal dengan yang terjadi di  Puskesmas Parungsari Kecamatan Wanasalam yang diduga tidak melayani Masyarakatnya lewat dari Jam 13:20 (Siang). Hal tersebut di ungkapkan salah satu masyarakat yang aktivis Wanasalam, Aceng Murtado.

Ia menuturkan bahwa, dirinya  berangkat dari rumah Jam 1 siang dan nyampe Puskesmas Jam 1 lewat 20 menit kurang lebih, pada saat itu dia ingin membuat surat rujukan Buat berobat ke RS Malingping. Namun di tolak dengan alasan lewat waktu dan suruh kembali ke esok hari.

“Padahal waktu pelayanan dari hari senin-kamis itu Jam 07.30 s.d. 14.00 Kecuali Jumat 07.30 s.d 11.30,” tutur  Aceng Murtado.

Menurutnya, tidak hanya dirinya yang pada saat itu di tolak, ada juga seorang Bapak-bapak salah satu Warga Desa Cikeusik yang membawa berobat anaknya tepat di waktu yang sama, dan mendapat perlakuan yang sama dengan kembali di tolak oleh pihak Puskesmas Parungsari.

” Dengan perasaan miris, saya  pun marah pada saat itu, karena pihak Puskesmas Parungsari kembali menolak seorang Bapak-bapak yang ingin berobat membawa anaknya,” ujarnya.

“Saya melihat langsung anaknya itu lagi sakit batuk-batuk butuh perawatan dan pihak Puskesmas dengan se enaknya bilang bapak kembali lagi yah besok kan dari Cikeusik desa Ke Puskesmas Parungsari itu dekat,” katanya menirukan pegawai Puskesmas Parungsari.

“Aneh jadinya, kok pelayanan seperti itu,” sambungnya.

Lebih lanjut dirinya berharap kepada Pemerintah Daerah, Provinsi maupun Pusat agar segera mengevaluasi pelayanan di RS Parungsari.

“Saya berharap kepada pemerintah khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak agar segera mengevaluasi kinerja pelayanan di RS Parungsari,” harapnya.

Sebelum berita ini di muat awak media hingga kini masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.