LEBAK – Polemik dugaan pungli pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira yang dilakukan oleh Kepala Desa dan pegawainya dan sudah diadukan ke Polres Lebak di soroti Serikat Mahasiswa Aspirasi Rakyat (Semar).

“Kami meminta agar Polres Lebak segera bergerak cepat menindaklanjuti aduan masyarakat yang berada di Desa Sukajaya, jangan sampai masyarakat yang merasa terdzolimi tidak mempunyai rasa keadilan dari aparat penegak hukum,” kata Ketua Semar Muhammad Apud kepada awak media. Minggu, (26/3/2023).

Muhammad Apud menyayangkan masih adanya oknum oknum yang masih saja bermain untuk memperkaya diri sendiri mengatasnamakan kepentingan masyarakat.

“Miris saya melihatnya, dengan ekonomi masyarakat yang sulit seperti ini masih saja ada oknum pejabat seperti itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut ketua Semar yang getol menyuarakan aspirasi masyarakat ini dirinya juga siap turun untuk mendorong masyarakat yang merasa dirugikan.

“Apabila masyarakat merasa benar tidak usah takut untuk melaporkannya ke pihak yang berwajib karena hak kita dimata hukum sama,” tegasnya.

“Artinya tidak melihat si kaya dan si miskin,” tandas Ketua Semar Muhammad Apud.

Sebelumnya diberitakan, Masyarakat Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira H. Isro Widodo mengadukan ke Polres Lebak mengenai adanya dugaan pungli KTP  yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa beserta pegawainya.

“Saya merasa dirugikan karena progam pemerintah yang seharusnya bisa dirasakan manfaatnya malah di rusak oleh ulah oknum pejabatnya sendiri,” katanya usai membuat laporan ke Polres Lebak.

H. Isro mengungkapkan bahwa, korban yang saat ini melaporkan ke Polres Lebak merupakan sebagian besar masyarakat yang dirugikan.

“Saya yakin masyarakat yang lain juga merasakan hal yang sama namun tidak berani melaporkannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya sebagai masyarakat Desa Sukajaya berharap kepada aparat penegak hukum dalam hal ini Polres Lebak untuk segera mengusut tuntas permasalahan yang telah diadukan masyarakat Desa Sukajaya terkait dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum kepala desa beserta stafnya.

“Kami berharap Polres Lebak segera menindaklanjuti laporan kami dan mengusut tuntas permasalahan ini, jangan sampai kami masyarakat awam pengetahuan ini dijadikan ajang bisnis oleh oknum oknum yang bersembunyi di baju Pemerintah, ” pungkas H. Isro Widodo. (Red)