PEKANBARU, TintaKitaNews.com — Kodam XIX/Tuanku Tambusai menggelar Workshop Administrasi Veteran dan Verifikasi Data Tahun Anggaran 2026 di Ballroom Hotel Pangeran, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Kamis (5/11/2026). Kegiatan yang dibuka secara resmi pukul 08.29 WIB ini bertujuan menyempurnakan tata kelola data serta memperkuat tertib administrasi guna menjamin pemenuhan hak‑hak para veteran secara tepat sasaran.
Workshop dibuka oleh Asper Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Arh Novianto Firmansyah, S.E., M.Tr.(Han.), yang hadir mewakili Pangdam XIX/Tuanku Tambusai. Dalam sambutan utamanya, ia menegaskan bahwa penghormatan terhadap jasa para pejuang bangsa tidak boleh hanya berupa ucapan atau seremonial semata, melainkan harus didukung dengan sistem pelayanan administrasi yang tertib, akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Data yang akurat, valid, dan terintegrasi menjadi dasar utama untuk memastikan setiap calon veteran memperoleh pengakuan, penghargaan, serta hak‑haknya sesuai ketentuan peraturan perundang‑undangan yang berlaku,” tegas Kolonel Novianto Firmansyah.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini sedang terjadi perubahan tata kelola serta pengalihan fungsi pembinaan dan administrasi veteran ke lembaga baru. Menurutnya, seluruh instansi terkait harus bersiap menyesuaikan mekanisme kerja terbaru, membangun koordinasi yang erat, dan menyamakan pemahaman agar tidak ada kesalahan data atau keterlambatan pelayanan bagi para veteran.
Sementara itu, Kabid Minvet Kolonel Inf Subarda Tri Wahyudi yang hadir mewakili Kepala Badan Cadangan Nasional menyatakan bahwa pemenuhan hak‑hak veteran merupakan tanggung jawab moral sekaligus komitmen negara untuk menghargai pengorbanan para pejuang yang telah berjuang menjaga kedaulatan bangsa.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pengelolaan administrasi dan verifikasi data veteran semakin akurat sehingga penghormatan negara terhadap jasa para pejuang dapat diwujudkan melalui pelayanan yang nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dari pantauan awak media, workshop ini diikuti oleh berbagai unsur mitra kerja, antara lain perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Polda Riau, Korem 031/Wira Bima, Lanud Roesmin Nurjadin, Lanal Dumai, Ketua LVRI Provinsi Riau, serta para petugas pengelola data veteran dari jajaran Kodam dan instansi terkait.
Dalam sesi diskusi, para peserta membahas kendala‑kendala yang sering muncul saat verifikasi data, seperti dokumen yang tidak lengkap, data ganda, dan catatan administrasi yang belum terintegrasi antar‑instansi. Panitia workshop menyatakan hasil pembahasan akan disusun menjadi panduan kerja terpadu untuk diterapkan di seluruh wilayah binaan Kodam XIX/Tuanku Tambusai.***
—
