PEKANBARU, TintaKitaNews.com — Kodam XIX/Tuanku Tambusai memperkuat kerja sama lintas lembaga untuk mendukung upaya pemulihan ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo melalui sosialisasi pedoman pemulihan ekosistem yang digelar di Ballroom Hotel Pangeran, Pekanbaru, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal penyelarasan kebijakan dan tindakan bersama guna mengembalikan fungsi ekologis kawasan hutan yang selama ini tertekan oleh berbagai ancaman kerusakan.

Sosialisasi dipimpin Asops Kasdam XIX/TT Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani, S.E., M.Han., dan diikuti perwakilan pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, aparat penegak hukum, serta instansi pengelola lingkungan dan kehutanan. Di antara peserta hadir Sekretaris DLHK Provinsi Riau Reni Nurhaeni, S.Si., M.T., Plt. Direktur Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi Dr. Badi’ah, S.Si., M.Si., dan Direktur Rehabilitasi Hutan Ditjen PDASRH Dr. M. Saparis Sudaryanto, S.Si., M.T.

Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani mengatakan bahwa pemulihan kawasan Tesso Nilo tidak dapat dilaksanakan oleh satu pihak saja. “Upaya pemulihan kawasan hutan tidak dapat dilaksanakan secara sendiri‑sendiri. Diperlukan koordinasi yang kuat, kesamaan langkah, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar pemulihan ekosistem dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” katanya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa pihak Kodam siap menjadi mitra pendukung pemerintah dalam menjaga keamanan kawasan hutan, mencegah perambahan, serta mendukung program rehabilitasi yang telah ditetapkan. “Kodam XIX/Tuanku Tambusai siap mendukung langkah terpadu bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi terkait dalam menjaga kelestarian kawasan hutan serta memulihkan fungsi ekologis Taman Nasional Tesso Nilo,” jelasnya.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan menyamakan pemahaman semua pihak terkait pedoman teknis, batas wewenang, dan mekanisme koordinasi penanganan kerusakan ekosistem di taman nasional. Selama ini, kawasan Tesso Nilo menghadapi tekanan akibat perambahan hutan, gangguan satwa liar, dan perubahan tata guna lahan yang mengancam keseimbangan alam serta sumber mata pencaharian masyarakat sekitar.

Sekretaris DLHK Provinsi Riau dalam kesempatan terpisah menyambut baik peran aktif Kodam dalam program ini. Menurutnya, sinergi keamanan dan pengelolaan lingkungan menjadi kunci keberhasilan pemulihan hutan di wilayah Riau. “Kami sangat mengapresiasi dukungan TNI dalam upaya perlindungan hutan. Tanpa dukungan keamanan di lapangan, rencana pemulihan ekosistem akan sulit terwujud secara optimal,” katanya.

Penyelenggara berharap setelah sosialisasi ini, setiap instansi dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab masing‑masing secara terpadu. Komitmen bersama ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan kawasan, mencegah kerusakan lingkungan baru, dan memastikan ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo tetap terjaga untuk generasi mendatang.

—