MEDAN, TintaKitaNews.com – Sebuah kecelakaan lalu lintas berakibat fatal terjadi di Jalan Tol Kualanamu–Tebing Tinggi (JMKT) KM 63,200, Senin (11/5/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Insiden yang melibatkan satu unit mobil pikap Mitsubishi L300 dan satu unit bus Scania K410 ini menewaskan empat orang, sementara 19 lainnya menderita luka berat hingga ringan.

Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (Kasat PJR) Polda Sumatera Utara, AKBP Dhery Fajariandono, menjelaskan kronologi kejadian bermula saat Mitsubishi L300 bernomor polisi BK 8053 EG yang bermuatan ayam ternak melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan. Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga mengalami kerusakan teknis berupa patah as roda, hingga menyebabkan kendaraan terguling dan terhalang melintang di tengah badan jalan tol.

Di waktu yang hampir bersamaan, bus Scania K410 dengan nomor polisi BK 7347 UA yang bergerak dari arah yang sama dan berada di belakang mobil pikap, tidak memiliki cukup ruang maupun waktu untuk melakukan pengereman atau manuver menghindar. Bus tersebut pun langsung menabrak bagian belakang Mitsubishi L300.

Benturan yang terjadi cukup keras membuat bus Scania oleng ke sisi kiri jalan, sebelum akhirnya terperosok dan terguling keluar dari badan jalan tol. “Akibat kecelakaan tersebut, empat orang meninggal dunia di tempat kejadian. Sejumlah penumpang lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan,” ungkap AKBP Dhery kepada wartawan.

Empat jenazah korban meninggal dunia kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Sari Mutiara Lubuk Pakam. Dari jumlah tersebut, baru dua identitas yang berhasil diketahui, yakni Risiani (75), warga Kecamatan Medan Deli, Kota Medan; dan Muhammad Rizky (23), warga Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Dua korban lainnya sementara ini masih berstatus sebagai Mr X karena identitasnya belum teridentifikasi.

Sementara itu, sebanyak 19 orang lainnya yang mengalami cedera kini menjalani perawatan di tiga rumah sakit berbeda di wilayah Lubuk Pakam. Di antaranya RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam yang merawat Elvida Ambia (59), Lamria Sihombing (30), Doni Arifin (48), dan Elfrifa Leliana Nainggolan (61).

Selanjutnya, RS Grand Medistra Lubuk Pakam merawat Joni Simorangkir (57), Titin Supriatni (54), dan Julinar Munthe (29). Sisa korban lainnya dirawat di RSUD Amri Tambunan. Para korban merupakan warga yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Utara maupun Riau.

Berdasarkan keterangan petugas, saat kejadian kondisi jalan berupa jalur lurus dengan permukaan baik, serta cuaca dalam keadaan cerah. Kerugian materiil akibat kerusakan kedua kendaraan dan kerugian lain di lokasi kejadian diperkirakan mencapai Rp150 juta.

Hingga berita ini diturunkan, identitas maupun keberadaan pengemudi Mitsubishi L300 belum diketahui dan belum ditemukan oleh pihak berwenang. Sementara itu, sopir bus Scania dilaporkan telah melarikan diri dari lokasi kejadian sesaat setelah insiden terjadi, dan kini masih menjadi buruan pencarian pihak kepolisian.

Kecelakaan ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di kedua arah ruas tol tersebut mengalami kepadatan dan penumpukan kendaraan, seiring berlangsungnya proses evakuasi korban dan pengangkatan kendaraan rusak dari lokasi kejadian.

AKBP Dhery mengimbau kepada seluruh pengguna jalan raya, khususnya yang melintas di jalur tol, untuk selalu memeriksa dan memastikan kondisi kendaraan layak jalan sebelum berangkat. Hal ini penting untuk mencegah kerusakan di tengah jalan yang berisiko memicu kecelakaan, terlebih saat melaju dengan kecepatan tinggi. Pihaknya juga meminta pengendara untuk selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya.