MEDAN, TintaKitaNews.com – Suasana haru menyelimuti keberangkatan calon jemaah haji di Embarkasi Medan, Minggu sore. Seorang remaja perempuan berusia 15 tahun menjadi sorotan publik karena melaksanakan ibadah haji sebagai pengganti ayah kandung yang telah meninggal dunia.

Naura Sakinah binti Mustafa Edy, warga Tanjung Balai yang lahir pada 14 Februari 2011, berangkat ke Tanah Suci bersama ibunya, Nazni Rois binti Ismail. Ia menggantikan posisi ayahnya, Mustafa Edy, yang wafat pada 27 Januari 2022 semasa masih memiliki rencana menunaikan ibadah haji.

“Ini kali pertama saya berhaji. Saya terharu bisa berangkat menggantikan ayah atas keinginan ibu. Saya ingin mendoakan ayah di Tanah Suci,” ujar Naura di Asrama Haji Medan, Minggu, (3/5/2026).

Menurut keterangan ibu kandung, cita-cita menunaikan rukun Islam kelima sudah lama dipegang teguh oleh almarhum suaminya. Setelah kepergiannya, keluarga sepakat menunjuk Naura untuk meneruskan amanah dan mewujudkan keinginan tersebut.

Meskipun baru saja lulus dari SMP Darul Fikri Tanjung Balai, Naura dinyatakan siap secara rohani dan fisik setelah mengikuti seluruh rangkaian bimbingan manasik di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-Mukarromah Medan. Ia tergabung dalam rombongan Kloter 11 Embarkasi Medan dan dijadwalkan lepas landas menuju Arab Saudi pada Senin, 4 Mei 2026.

Nazni Rois menyatakan keberangkatan putri semata wayangnya itu bukan hanya pelipur lara, tetapi juga bentuk tanggung jawab menyelesaikan janji hidup pasangannya.

“Saya dan Naura saling menguatkan. Ini adalah anugerah sekaligus tugas besar bagi kami. Semoga ibadah kami diterima Allah dan menjadi amal jariah bagi almarhum ayahnya,” ungkap Nazni.

Kisah keteguhan hati Naura menyita perhatian jemaah lain dan keluarga pengantar. Banyak yang mengapresiasi sikap bakti remaja yang berencana melanjutkan pendidikan di SMA Al-Azhar Medan sepulang dari ibadah haji tersebut.

Dengan langkah penuh keyakinan, Naura kini memikul harapan sekaligus doa keluarga untuk menunaikan ibadah dengan lancar dan menyempurnakan cita-cita yang belum sempat diraih ayah tercinta.