JAKARTA – Forum Kajian Isu Strategis Negara Demokrasi (Forum KiSSNed) mengadakan Dialog Kebangsaan bertajuk “Refleksi Satu Tahun Prabowo-Gibran: Pemuda dan Arah Asta Cita”. Acara ini berlangsung di Auditorium Universitas Islam As-Syafi’iyah, Jakarta Timur, pada Senin (12/11/2025).

Dialog ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan aktivis muda untuk mengevaluasi kepemimpinan nasional di tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran, serta meninjau realisasi Asta Cita sebagai landasan pemerintahan saat ini.

Bambang Dirgantoro, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), memaparkan capaian-capaian pemerintahan Prabowo-Gibran dalam satu tahun terakhir. Ia menyoroti program prioritas seperti perluasan bantuan kesehatan nasional, peningkatan infrastruktur, dan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Program Makan Bergizi Gratis adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang sehat sejak usia dini. Program ini melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas masyarakat,” jelas Bambang.

Bambang juga menekankan pentingnya peran pemuda sebagai mitra strategis dalam mengawal program dan kebijakan nasional. “Pemerintah membuka ruang partisipasi yang luas. Energi muda yang kritis dan konstruktif sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Sesuai arahan Kepala Staf KSP, Muhammad Qodari, Bambang menegaskan bahwa KSP fokus pada pengawalan program prioritas Presiden Prabowo melalui koordinasi, dialog, dan komunikasi strategis. Ia juga mengajak kaum muda intelektual untuk menjadi “PRABOWONOMIC”, yaitu mendukung dan menerapkan prinsip ekonomi kerakyatan serta kemandirian bangsa.

Demokrasi dan Kebebasan Berpendapat di Era Prabowo-Gibran

Syafrudin Budiman, Koordinator Nasional Aliansi Relawan Prabowo-Gibran (ARPG), menilai bahwa demokrasi Indonesia semakin terbuka dan santun, dengan komunikasi politik yang lebih seimbang. “Demokrasi kita tumbuh lebih sehat. Kritik bisa disampaikan tanpa permusuhan, dan partisipasi politik semakin luas,” ujarnya.

Syafrudin juga menekankan pentingnya literasi ekonomi bagi generasi muda agar dapat memahami sektor-sektor strategis yang menentukan kemandirian bangsa.

Dalam sesi tanya jawab, isu program Makan Bergizi Gratis dan angka pengangguran di kalangan muda menjadi sorotan. Bambang Dirgantoro menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi dan perbaikan teknis agar program MBG tepat sasaran. Syafrudin Budiman menambahkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan strategi ekonomi inklusif untuk membuka peluang kewirausahaan dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja muda.

Acara dibuka oleh moderator Fikri Fakhrudin dan sambutan dari Direktur Forum KiSSNed, Erlangga Abdul Kalam. Erlangga menegaskan bahwa forum ini lahir dari kegelisahan intelektual anak muda terhadap arah demokrasi dan masa depan bangsa.

“Dialog ini kami gagas agar ruang publik tidak kehilangan daya refleksinya. Pemuda harus menjadi penafsir kritis terhadap kekuasaan, bukan sekadar pengikut,” kata Erlangga. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam proses kemajuan bangsa.

Acara ditutup dengan refleksi bersama tentang pentingnya menjaga ruang dialog publik yang sehat. Forum KiSSNed berkomitmen untuk terus menghadirkan forum pemikiran kritis yang menghubungkan gagasan, kebijakan, dan aspirasi pemuda sebagai kekuatan moral bangsa.