SUMENEP – Nasib naas menimpa Rifa’i beserta Dian (nama akrabnya) salah satu warga Desa Ambunten Tengah yang diduga menjadi korban tabrak lari Sebuah Truk Berwarna Cream yang dikendarai Oleh RS warga Desa Ambunten Timur pada tangal 11 Juni 2024 sekira pukul 01:11 WIB dini hari.
Akibat dari kejadian tersebut Rifa’i harus meregang nyawa dalam perjalanan menuju RSUD Moh Anwar Sumenep bersama Dian mengalami patah tulang.
Dari hasil Rekaman CCTV sekitar, keluarga korban pun berhasil menemukan pelaku dan langsung menghubungi Polsek Ambunten untuk membantu mengamankan pelaku berikut barang buktinya, namun Polsek hanya berhasil mengamankan barang bukti mobil truk yang dikendarai malam itu.
Kemudian, beredar kabar keesokan harinya, RS (sopir,-red) diantar oleh Kades Ambunten Timur untuk mendatangi unit Laka Polres Sumenep dan sempat di amankan karena khawatir terjadi hal yang tidak di inginkan. Mendengar hal tersebut sedikit membuat keluarga korban lega, tapi sayang beberapa hari kemudian keluarga korban malah mendengar kabar bahwa pelaku di biarkan pulang, sehingga hal tersebut membuat keluarga korban merasa resah dan marah.
Menanggapi musibah yang dialami RS, Kades Ambunten Tengah Fatmiatun berharap kepada Penyidik agar tidak main-main dalam penanganan perkara tersebut dikarenakan korban tabrak lari adalah perangkat Desa Ambunten Tengah yang benar-benar butuh keadilan.
“Kami berharap secepatnya laka Polres Sumenep segera memeriksa para saksi dan segera melakukan gelar perkara dan segera melakukan penetapan tersangka kepada pelaku yang jelas-jelas tidak memiliki otak yang telah melakukan tabrak kemudian lari dari tanggung jawab agar mendapat hukuman yang setimpal,” harapnya.
Sebelum berita ini dimuat, awak media masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.

Tinggalkan Balasan