SERANG – Maraknya Keberadaan Galian C di Desa Nanggung, Kecamatan Kopo banyak di soal berbagai kalangan, mulai dari Aktivis dan pegiat sosial. Pasalnya, semenjak kehadiran Galian C yang berlokasi tepatnya di lintas Cikande-Rangkasbitung KM 16. Kini, kondisi jalannya menjadi kotor, apalagi ketika musim kemarau, sangat berdebu. Kemudian, musim hujan jalan pun menjadi licin, ditambah banyak batu kerikil yang dapat membahayakan pengguna jalan Roda 2 (dua).
M.Toufik selaku pegiat Kontrol menegaskan, maraknya proyek tanah urug di Kabupaten Serang salah satunya di Desa Nanggung, Kecamatan Kopo selain merugikan pemerintah daerah, jelas akan berdampak pada kesehatan dan keselamatan kenyamanan pengguna jalan khususnya di lintas jalan Cikande Rangkasbitung KM 16 ini.
“Kasihan kepada warga pengguna jalan apalagi pengendara roda dua, lebih miris kalau musim hujan jalan sudah seperti sawah licin dan berlumpur. Untuk itu, kami meminta agar dinas terkait dan APH mengambil sikap tegas kepada pelaku Usaha galian C yang diduga tidak berjalan sesuai aturan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah demi kenyamanan dan keselamatan Masyarakat,” tegasnya. Sabtu, (29/06/2024).
Hal senada diungkap, Sajam Karang, LSM PKPB, mengaku heran kepada Pemerintah Desa dan Kecamatan setempat yang seolah tutup mata, tutup telinga seakan tidak tahu keberadaan Galian C yang ada di wilayahnya.
“Tidak tahu, hanya apa pura-pura. Karena mustahil pemerintah setempat mengaku tidak tahu, lokasi tersebut kan ada diwilayahnya,” katanya.
Lebih lanjut, Sajam menegaskan, pihaknya akan bersurat kepada Pemerintah daerah maupun pusat termasuk kepada Aparat Penindak Hukum terkait keluhan masyarakat, karena seolah keluhan masyarakat tidak digubris seperti di abaikan oleh Para pemangku Kebijakan.
“Kita akan tindaklanjut keluhan ada apa Dibalik maraknya Proyek Urugan di Kabupaten Serang khususnya, di Kecamatan Kopo,” tandasnya.
Sementara itu, Lili yang mengaku sebagai staf DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Serang saat di konfirmasi Via WhatsApp-Nya, mengatakan, dirinya tidak bertugas di DLH Provinsi Banten dan mengarahkan agar mengkonfirmasi langsung kepada Kabid atau Kadis.
“Langsung saja pak ke kabid atau kadis karena saya tidak tugas di Provinsi Banten,” singkatnya.
Sebelum berita ini dimuat, awak media masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.

Tinggalkan Balasan