SERANG, TintaKitaNews.com – Warga Kampung Nambo, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, memberikan informasi terkait adanya pembuangan limbah tulang ayam dan sampah ke aliran sungai setempat. Aktivitas ini diduga dilakukan oleh salah satu pemilik usaha pengupasan tulang ayam yang dikenal dengan panggilan Bos Kontet.

Keluhan warga ini muncul setelah pembuangan limbah diketahui berlangsung selama beberapa waktu. Sebelumnya, warga mengaku sudah beberapa kali memberikan teguran agar praktik merusak lingkungan tersebut tidak lagi dilakukan.

“Sudah beberapa kali kami mengingatkan agar sampah dan limbah tidak dibuang ke sungai. Pemerintah desa juga sudah menyediakan lokasi pembuangan sampah yang telah ditetapkan. Kami khawatir jika kebiasaan ini terus dilakukan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan berdampak pada kesehatan masyarakat,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (13/7/2026).

Warga menuntut agar seluruh pelaku usaha di wilayah tersebut mematuhi aturan pengelolaan sampah yang berlaku demi menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah munculnya berbagai penyakit akibat pencemaran air dan tanah.

Selain itu, warga lainnya meminta instansi berwenang turun tangan menangani permasalahan ini guna memastikan tidak ada pelanggaran yang dibiarkan begitu saja.

“Kalau memang ada dugaan pelanggaran, sebaiknya dilaporkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau instansi yang berwenang agar dilakukan pemeriksaan. Harapannya ada pembinaan sehingga persoalan ini tidak terulang,” tambah warga lainnya.

Saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon WhatsApp, Bos Kontet mengakui perbuatannya namun menyatakan hal tersebut sudah terjadi sejak satu hingga dua bulan yang lalu. Ia juga mengklaim usahanya saat ini sudah tidak beroperasi lagi.

“Benar, waktu itu saya yang menyuruh anak buah membuang bekas tulang ayam. Kejadiannya sudah sekitar satu atau dua bulan yang lalu. Sekarang juga usaha itu sudah tidak produksi lagi. Saat itu tulang dibuang ke kali untuk dijadikan bendungan,” jelas Bos Kontet.

Berbeda dengan suaminya, istri Bos Kontet yang kemudian mengambil alih pembicaraan membantah keterlibatannya dalam hal tersebut. Ia menegaskan tidak pernah membuang maupun memerintahkan orang lain membuang sampah ke sungai.

“Saya tidak merasa membuang sampah ke sungai dan tidak pernah menyuruh penghuni kontrakan membuang sampah ke kali. Kalau membuang sampah, saya menyuruh ke lokasi lain, bukan ke sungai. Saya juga ingin mengetahui siapa narasumber yang memberikan informasi tersebut,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi keterangan lebih lanjut dari pihak terkait, termasuk pemerintah desa dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang.