MEDAN, TintaKitaNews.com – Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika (LRPPN) Bhayangkara Indonesia memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan yang gencar melakukan operasi di Tempat Hiburan Malam (THM) serta penggerebekan kawasan yang diduga sebagai pusat peredaran narkotika. Langkah ini dinilai sebagai bukti keseriusan aparat dalam menekan laju peredaran zat berbahaya di Kota Medan.
Sekretaris Umum LRPPN Bhayangkara Indonesia, Taufik, yang juga dikenal sebagai praktisi hipnoterapi di Medan, menyatakan bahwa tindakan tegas yang dilakukan kepolisian merupakan upaya nyata untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman narkoba yang kian meresahkan. Menurutnya, operasi yang berkelanjutan tersebut menjadi fondasi awal yang kuat dalam upaya pemberantasan.
“Kami dari LRPPN Bhayangkara Indonesia sangat mengapresiasi Satresnarkoba Polrestabes Medan yang terus aktif melakukan operasi THM dan grebek kampung narkoba. Ini merupakan langkah nyata dalam memberantas peredaran narkoba,” ujar Taufik kepada wartawan di Medan, Minggu (24/5/2026).
Meski memuji langkah penindakan yang telah dilakukan, Taufik menegaskan bahwa penanganan masalah narkotika tidak bisa hanya berhenti pada aspek pemberantasan dan pencegahan semata. Ia menekankan perlunya keseimbangan dengan program rehabilitasi yang maksimal bagi para penyalahguna, agar mereka memiliki kesempatan untuk pulih dan kembali diterima oleh lingkungan masyarakat.
Sebagai lembaga yang bergerak langsung di bidang pemulihan, Taufik menjelaskan bahwa pecandu maupun korban penyalahgunaan narkotika memerlukan penanganan menyeluruh, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga pemulihan kondisi fisik, mental, hingga pemulihan fungsi sosial mereka.
“Sebagai lembaga layanan rehabilitasi narkoba, kami melihat bahwa pemberantasan harus dibarengi dengan penanganan rehabilitasi that maksimal. Pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba juga membutuhkan pemulihan secara medis, sosial, dan mental,” tegasnya.
Lebih lanjut, Taufik berharap pemerintah dapat meningkatkan dukungan terhadap lembaga-lembaga rehabilitasi yang ada. Dukungan tersebut dinilai penting dalam hal penyempurnaan program, pemenuhan fasilitas yang memadai, hingga pendampingan berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar upaya penyelamatan generasi muda dari jeratan narkoba dapat berjalan efektif dan menyeluruh.
Ia juga menyoroti bahwa keberhasilan menciptakan lingkungan bersih narkoba sangat bergantung pada kolaborasi lintas pihak. Sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, elemen masyarakat, dan lembaga rehabilitasi disebutnya sebagai kunci utama penyelesaian masalah hingga ke akar.
“Pemberantasan tanpa rehabilitasi tidak akan menyelesaikan masalah hingga ke akarnya. Dibutuhkan sinergi bersama agar para korban penyalahgunaan narkoba bisa mendapatkan kesempatan untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik,” pungkas Taufik.

Tinggalkan Balasan