MEDAN, TintaKitaNews.com – Punguan Parumbal Hutahaean wilayah Kota Medan dan sekitarnya menggelar kegiatan ziarah dan partangiangan di Tugu Parumbal, Lumban Dolok, Lagu Boti, pada Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antar anggota, baik yang tinggal di perantauan maupun di kampung halaman (bonapasogit).

Rangkaian acara dibuka dengan kebaktian umum yang dipimpin oleh Pendeta T. Hutahaean, S.Th. Dalam khotbahnya, Pendeta T. Hutahaean mengambil dasar firman Tuhan dari kitab 2 Timotius 3:16-17. Ia menekankan pentingnya firman Tuhan sebagai pedoman hidup untuk membentuk karakter dan memperteguh iman seluruh jemaat.

Suasana acara berlangsung khidmat namun tetap hangat dan penuh kekeluargaan. Ratusan peserta tampak antusias mengikuti seluruh prosesi, mulai dari ibadah hingga sesi kebersamaan yang mempererat hubungan antar sesama keluarga besar marga Hutahaean.

Ketua Punguan Parumbal Hutahaean, St. K. Hutahaean, yang didampingi Wakil Ketua M. Hutahaean, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat terus menjaga keutuhan keluarga besar.

“Semoga melalui kegiatan ini, hubungan kekeluargaan kita semakin kuat, baik di kampung halaman maupun di perantauan,” ujar St. K. Hutahaean.

Sementara itu, Penasehat Pesta Tugu Raja Parumbal, Binsar Hutahaean, menegaskan bahwa kegiatan ziarah dan partangiangan memiliki makna yang sangat mendalam. Selain aspek spiritual, acara ini juga menjadi wadah untuk menjaga nilai-nilai adat istiadat dan identitas marga.

“Melalui kegiatan ini, kita diingatkan untuk tetap bersatu, saling menghargai, dan tidak melupakan asal-usul kita sebagai satu keturunan,” tegas Binsar, yang hadir bersama pengurus lainnya yakni Damser Hutahaean, Hendrik Hutahaean, serta Benson Hutahaean, S.Pd., M.Si.

Di tengah dinamika kehidupan modern, kegiatan ini dinilai sangat penting untuk terus melestarikan budaya, menjaga persatuan, serta menanamkan rasa memiliki di antara generasi penerus marga Hutahaean.