MALANG, TintaKitaNews.com — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes‑PDT) mendorong percepatan peningkatan daya saing produk unggulan desa agar mampu menembus pasar internasional. Dorongan ini disampaikan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal A. Riza Patria saat meresmikan Indonesia Villages Expo (Indovex) 2026 di Kota Batu, Jawa Timur, Senin (2/11/2026).
Menurut Riza, selama ini banyak produk desa yang memiliki kualitas bagus namun belum memiliki akses pasar luas dan pengelolaan usaha yang profesional. Pemerintah pusat melalui Kemendes‑PDT terus memperkuat pilar‑pilar utama pengembangan ekonomi desa, yaitu peningkatan mutu produk, penguatan tata kelola BUM Desa, perluasan jaringan pemasaran, dan pembukaan akses investasi.
“Kita ingin produk desa naik kelas, BUM Desa semakin profesional, pasar semakin luas, dan pendapatan masyarakat semakin meningkat. Batas wilayah dan letak geografis tidak boleh menjadi alasan kita tidak bisa bersaing di pasar dunia,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri mencontohkan sejumlah produk desa yang telah berhasil menembus pasar luar negeri, yaitu kerajinan tangan dari Blitar, gula aren dari Pacitan, serta buah manggis dari Tasikmalaya yang telah diterima pasar Mesir. Keberhasilan tersebut, katanya, menjadi bukti bahwa potensi desa Indonesia memiliki daya saing ekspor yang besar jika dikelola dengan benar.
Indovex 2026 yang digelar 2‑4 November 2026 merupakan ajang perdana yang diformat sebagai jembatan antara pelaku usaha desa, investor, dan pembeli skala nasional hingga mancanegara. Pameran ini menampilkan 90 stan BUM Desa dan desa dari berbagai provinsi, dengan 19 stan dari tuan rumah Kota Batu. Hadir juga stan pendukung dari BPDP‑KS, Perum Bulog, Gallery 24 Pegadaian, Pemerintah Provinsi Papua Selatan, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, ditambah 30 stan Kuliner Desa Kreatif serta hiburan pendukung.
Ketua Panitia Indovex 2026 sekaligus Direktur PT Kinarya Cipta Kreasi, Windhu Widjaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berupa pameran produk. Panitia juga menyelenggarakan rangkaian program pendukung berupa seminar, klinik bimbingan pengelolaan usaha, lokakarya peningkatan mutu produk, dan sesi pencocokan bisnis atau business matching.
“Kami tidak hanya mengharapkan transaksi selama pameran berlangsung. Yang lebih utama adalah terbentuknya jejaring usaha dan kerja sama berkelanjutan yang bisa dilanjutkan setelah acara selesai, sehingga ekonomi desa benar‑benar tumbuh,” ujar Windhu.
Wali Kota Batu Nurrochman menyambut baik penyelenggaraan ajang tersebut di wilayahnya. Ia menegaskan Pemerintah Kota Batu siap mendukung tindak lanjut kerja sama antara BUM Desa, investor, dan pemangku kepentingan lain guna membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.
“Indovex menjadi momentum penting untuk mengenalkan potensi desa, meningkatkan daya saing produk, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.
Peresmian pembukaan Indovex 2026 juga dihadiri Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, jajaran pejabat Pemerintah Kota Batu, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Timur Budi Sarwoto yang mewakili Gubernur Jawa Timur. Hingga berita ini diterbitkan, sesi‑sesi pertemuan bisnis masih berlangsung untuk menjajaki potensi kerja sama ekspor dan investasi jangka panjang.(*)
—
