LEBAK, TintaKitaNews.com — Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke‑130 Kodim 0603/Lebak terus mempercepat tahap pengecoran utama jalan penghubung Citorek‑Cibedug sepanjang 1.400 meter, dengan progres pengerjaan kini mencapai 20 persen, Rabu (3/11/2026). Pekerjaan ini menjadi fokus utama setelah pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) di wilayah Citorek mencapai 80 persen pada tahap sebelumnya .

Pembangunan jalur tersebut bertujuan mengatasi hambatan akses yang selama ini dialami warga, memperlancar pengiriman material proyek Rutilahu sekaligus membuka peluang perdagangan hasil bumi warga Citorek dan Cibedug. Di lokasi proyek, terlihat personel Satgas bersama warga bahu‑membahu menyiapkan campuran beton, memasang bekisting, dan menyebarkan material pengecoran sejak pagi hari.

Babinsa Koramil 0315/Bayah wilayah Cibeber, Serka Rianto, mengatakan tim telah menyusun jadwal kerja tambahan untuk mengejar target penyelesaian sebelum program TMMD‑130 berakhir.
“Kami terus berupaya mengoptimalkan pengerjaan agar pembangunan jalan sepanjang 1.400 meter ini dapat selesai tepat waktu dan sesuai dengan target. Kami juga mengapresiasi semangat serta partisipasi masyarakat yang turut bergotong royong bersama personel Satgas TMMD,” katanya.

Salah satu warga setempat, Wahyudin, mengungkapkan rasa syukur atas berlanjutnya pembangunan infrastruktur tersebut. Menurutnya, kondisi jalan yang masih terjal selama ini sering menyulitkan perjalanan warga terutama saat musim hujan.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI, khususnya Kodim 0603/Lebak, yang telah membantu membangun jalan ini. Kami berharap jalan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Wahyudin.

Dansatgas TMMD‑130, Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata menjelaskan pekerjaan pengecoran akan dilanjutkan secara bertahap dari sisi Citorek menuju Cibedug. Sambil memacu pembangunan jalan, tim juga tetap memantau penyelesaian sisa pekerjaan rehabilitasi rumah warga agar keduanya selesai bersamaan sebelum upacara penutupan program.

“Kami berharap setelah jalan ini beroperasi nanti, mobilitas kendaraan pengangkut hasil tani dan kebutuhan pokok menjadi lebih lancar, akses ke lokasi pemukiman menjadi lebih aman, dan perekonomian masyarakat di dua desa tersebut dapat tumbuh lebih baik,” harapnya.***

—