SERANG, TintaKitaNews.com – Arsid, yang akrab disapa Bos Kontet, membantah tuduhan melakukan pembuangan limbah tulang ayam ke aliran sungai di Kampung Nambo, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung saat ditemui awak media pada Selasa (14/7/2026).

Dalam pernyataannya, Arsid menegaskan informasi yang menyebut dirinya membuang limbah ke sungai adalah tidak benar. Ia memohon agar persoalan ini tidak berkembang menjadi polemik yang berkepanjangan dan merugikan nama baiknya.

“Saya tegaskan bahwa informasi yang menyebut saya membuang limbah tulang ayam ke sungai tidak benar. Saya berharap persoalan ini tidak terus berkembang dan dapat diselesaikan dengan cara yang baik serta mengedepankan komunikasi yang kekeluargaan,” ujar Arsid di hadapan media.

Ia juga berharap masyarakat dapat memahami penjelasan yang disampaikan melalui pemberitaan ini, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang berpotensi merusak reputasinya.

“Saya berharap masyarakat dapat menerima penjelasan saya melalui pemberitaan klarifikasi ini. Saya ingin nama baik saya tetap terjaga dan tidak ada lagi kesalahpahaman terkait persoalan yang sebenarnya tidak saya lakukan,” tambahnya.

Menanggapi klarifikasi tersebut, pihak media menjelaskan bahwa pemberitaan sebelumnya disusun berdasarkan data dan informasi yang diperoleh di lapangan, serta telah disertai upaya konfirmasi kepada pihak terkait sesuai kaidah jurnalistik. Pihak media juga menegaskan bahwa keputusan pemuatan berita merupakan kewenangan penuh pimpinan redaksi.

Setelah berlangsung dialog yang kondusif, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan ini melalui komunikasi yang terbuka dan baik.

Pemuatan klarifikasi ini merupakan pelaksanaan prinsip jurnalistik berimbang, sekaligus pemenuhan hak jawab dan hak klarifikasi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik. Diharapkan, langkah ini dapat menjadi hikmah bagi semua pihak untuk menjaga hubungan baik antara masyarakat, pelaku usaha, dan media, serta menyikapi setiap informasi secara objektif berbasis fakta.