BANGKALAN, TintaKitaNews.com – Dugaan praktik perlindungan terhadap aktivitas perjudian sabung ayam di Kabupaten Bangkalan kembali mencuat ke permukaan. Hal ini muncul setelah adanya perbedaan nyata antara laporan yang disampaikan jajaran Polsek Kokop kepada Polres Bangkalan dengan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Berdasarkan informasi yang diterima awak media dari tim JAWAPES, laporan yang menyatakan tidak ditemukan aktivitas sabung ayam di wilayah hukum Polsek Kokop dinilai tidak sesuai dengan fakta yang diklaim terjadi di lokasi. Pola ketidaksesuaian ini diduga telah berulang kali terjadi.

Menurut sejumlah sumber yang dihimpun tim JAWAPES, saat tim pengecekan tiba di lokasi, tempat tersebut diklaim kosong dan tidak ada aktivitas apapun. Hasil pengecekan kemudian disusun menjadi laporan dan diserahkan kepada pimpinan. Namun, sumber yang sama memastikan bahwa aktivitas sabung ayam justru berlangsung pada waktu yang berbeda setelah tim pengecekan meninggalkan lokasi. Informasi ini masih memerlukan verifikasi resmi dari pihak berwenang.

Keterangan tersebut sejalan dengan pernyataan Agung Intama dari Humas Polres Bangkalan yang mengonfirmasi telah menerima laporan hasil pengecekan.

“Sudah dicek ke lokasi tidak ada giat sabung ayam,” ujar Agung Intama saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).

Ketika diperlihatkan dokumentasi yang berisi kendaraan dan aktivitas yang diduga berlangsung di arena sabung ayam, Agung Intama tidak memberikan penjelasan tambahan. Ia tetap mempertahankan isi laporan yang masuk kepadanya.

“Informasi yang kami terima dari Kapolsek Kokop sepi, tidak ada sabung ayam,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kokop Iptu Sarminto telah dihubungi secara terpisah untuk meminta keterangan terkait dugaan ini, namun hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi.

Fakta di lapangan justru memperkuat keraguan atas laporan tersebut. Pantauan tim JAWAPES di lokasi, Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, mencatat adanya aktivitas yang diduga merupakan kegiatan sabung ayam di Dusun Tek-Tek, Desa Batukorogen, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan. Data dan dokumentasi yang diperoleh masih memerlukan verifikasi langsung dari aparat penegak hukum untuk memastikan kebenarannya.

Perbedaan mencolok antara laporan yang diterima Polres Bangkalan dengan kondisi yang terpantau di lapangan menimbulkan pertanyaan terkait akurasi dan kebenaran pelaporan dari tingkat Polsek. Oleh karena itu, verifikasi menyeluruh dan objektif oleh pihak berwenang sangat diperlukan guna mengungkap fakta yang sebenarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih terus berupaya mengonfirmasi keterangan dari seluruh pihak terkait guna mendapatkan informasi lebih lanjut.