LEBAK – Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Bungurmekar Kecamatan Sajira berhasil menciptakan karya maket rumah secara mandiri sebagai bagian dari aktivitas pembelajaran tematik yang digelar pada bulan ini. Karya yang terlihat rapi dan detail tersebut menjadi bukti potensi kreatif siswa sekolah dasar dalam mengaplikasikan konsep ilmu pengetahuan alam dan keterampilan praktis.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak merancang dan membuat maket dengan memanfaatkan bahan-bahan mudah ditemukan seperti kardus, cat, serta bahan bekas yang dapat didaur ulang. Tujuan pembelajaran tidak hanya mengenalkan struktur bangunan, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir logis, kerja sama (jika dalam kelompok), dan kesadaran pentingnya pengelolaan limbah yang bijak.
Kepala SDN 2 Bungurmekar Herawati menyampaikan, aktivitas pembuatan maket merupakan upaya sekolah menghadirkan pembelajaran menyenangkan dan berdampak nyata bagi siswa. “Melalui karya praktis seperti ini, anak-anak tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu mengubah ide menjadi bentuk yang konkret. Ini membantu mereka mengembangkan kreativitas dan rasa tanggung jawab terhadap hasil karya sendiri,” ujarnya kepada awak media pada Kamis (12/3/2026).
Guru Seni dan Budaya Iwan Ridwan yang menginisiasi kegiatan tersebut menyatakan proses pembuatan cukup menyenangkan bagi para siswa meskipun membutuhkan ketelitian tinggi. “Para siswa belajar bagaimana cara merencanakan bentuk rumah, memotong bahan dengan tepat, dan menyusunnya menjadi satu kesatuan yang kuat. Saya berharap siswa-siswi di sini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengembangkan loka karya pada anak didik,” ucapnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan positif dari orang tua siswa. Mereka menyampaikan anak-anak semakin antusias mengikuti pembelajaran setelah adanya aktivitas praktis yang menarik dan berharap program serupa terus dilaksanakan untuk mengasah potensi anak secara menyeluruh.
“Pembelajaran seperti ini sangat bagus dilakukan untuk mengasah keterampilan pada anak. Dari pada bermain gadget lebih baik mengembangkan potensi seninya,” ujar salah satu orang tua siswa, Sumiati.

Tinggalkan Balasan