LEBAK, TintaKitaNews.com — Pemerintah Kabupaten Lebak mendapatkan dorongan besar bagi perekonomian daerah setelah PT Nexson merencanakan penanaman modal senilai Rp800 miliar untuk pembangunan pabrik pengolahan bahan baku gipsum di kawasan Citeras, Kecamatan Rangkasbitung. Proyek skala besar ini diproyeksikan menyerap kurang lebih sekitar 1.000 tenaga kerja lokal dan memperkuat posisi Lebak sebagai pusat industri gipsum baru di wilayah Provinsi Banten.

Rencana investasi tersebut telah disampaikan secara resmi melalui audiensi antara jajaran manajemen PT Nexson dengan Pemkab Lebak beberapa waktu lalu. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Lingga Segara, S.STP., M.Si., menyebut perusahaan ini bergerak di bidang produksi bahan baku gipsum, berdekatan dengan lokasi operasi PT Aplus yang sudah lebih dulu beroperasi di kawasan tersebut.

“Yang terbaru PT Nexson baru saja selesai audiensi. Ini perusahaan produksi bahan baku gipsum, satu rombongan dengan PT Aplus. Mudah‑mudahan semua proses selanjutnya bisa berjalan lancar,” ujar Lingga kepada wartawan, Kamis (5/11/2026).

Lingga menjelaskan, nilai investasi Rp800 miliar tersebut meliputi pembelian lahan, pembangunan gedung pabrik, serta pengadaan mesin‑mesin produksi utama. Biaya gaji karyawan dan pengeluaran operasional harian tidak termasuk dalam nilai penanaman modal yang dilaporkan melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) ke lembaga terkait.

“Modal yang disampaikan itu sekitar Rp800 miliar, proyeksi karyawan sekitar 1.000‑an. Perlu dicatat, iklim investasi berupa aset, belanja bangunan dan mesin itu berbeda dengan biaya operasional. Untuk gaji karyawan tidak masuk dalam LKPM,” tambahnya.

Dari sisi persiapan lokasi, PT Nexson dikabarkan telah menguasai lahan yang dibutuhkan di kawasan Citeras. Pembangunan fisik pabrik ditargetkan dimulai pada tahun 2027, sedangkan operasional penuh pabrik direncanakan berjalan pada tahun 2028 setelah seluruh rangkaian pembangunan dan persiapan teknis produksi selesai dilaksanakan.

“Mereka sudah punya lahan, artinya sudah ada kepastian. Lokasinya tidak jauh dari PT Aplus. Rencana pembangunan tahun depan (2027) dan mulai berjalan di tahun (2028),” jelas Lingga.

Masuknya PT Nexson menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kabupaten Lebak. Lingga menambahkan DPMPTSP masih terus menjajaki kerja sama dengan sejumlah calon investor lain dari berbagai sektor, meskipun PT Nexson merupakan pihak terbaru yang telah menunjukkan keseriusan menanamkan modal dalam skala besar.

“Untuk yang lain banyak, cuma yang terbaru dan dipastikan akan menanamkan modalnya di Lebak adalah PT Nexson,” katanya.

Pemkab Lebak terus memaksimalkan potensi wilayah untuk menarik lebih banyak penanaman modal. Saat ini, Kabupaten Lebak memiliki 13 zona industri dengan total luas sekitar 10.900 hektare, didukung akses jalan tol utama serta pasokan air dari Waduk Karian yang menjadi kebutuhan penting bagi kelangsungan operasional pabrik. Berbagai promosi juga digelar, salah satunya melalui ajang Banten Investment Forum guna memperkenalkan peluang usaha kepada calon investor dari dalam dan luar daerah.

Pemerintah daerah berharap kehadiran pabrik gipsum skala besar ini tidak hanya menambah daftar perusahaan yang beroperasi di Lebak, melainkan mampu mendorong tumbuhnya industri pendukung, membangun rantai pasokan lokal, dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian warga sekitar.

“Kita berharap investor yang masuk ke Lebak dapat berkembang dan membawa perusahaan lain, sehingga terbentuk ekosistem industri yang saling mendukung, terutama dalam hal ketersediaan bahan baku dan rantai pasok,” tutup Lingga.(*)

—