MEDAN, TintaKitaNews.com – SMK Negeri 1 Laguboti berhasil mencuri perhatian pengunjung dan peserta dalam ajang Expo Pendidikan Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 yang digelar di Medan. Keikutsertaan sekolah ini tidak hanya memamerkan hasil karya kreatif siswa, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan penerapan sistem pembelajaran yang memadukan penguasaan keahlian dengan pembentukan kepribadian unggul.

Beragam hasil karya siswa dipamerkan dalam stan sekolah, meliputi kerajinan berbahan kayu dan rotan, pengolahan logam dan perhiasan, seni batik dan tekstil, hingga rancangan serta pembuatan busana. Seluruh hasil karya tersebut mencerminkan kematangan keterampilan teknis dan daya saing siswa di lingkungan industri kreatif.

Kepala SMKN 1 Laguboti, Benson D. Hutahaean, S.Pd., M.Si., yang hadir didampingi oleh guru pendamping yakni Drs. Adilnoto, Ika Kartika S.Pd., Konni Simanjuntak S.Pd., dan Parnaria Tamba S.Pd., menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk menampilkan mutu penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

“Expo Pendidikan ini merupakan wujud nyata penerapan kurikulum yang mengutamakan pembentukan karakter dan pengembangan daya cipta siswa. Kami sangat bangga karena siswa mampu menerapkan teori pembelajaran menjadi karya nyata yang menjawab kebutuhan perkembangan zaman,” ujar Benson, Minggu (3/5/2026).

Ia menegaskan bahwa SMKN 1 Laguboti senantiasa berkomitmen mengembangkan potensi siswa secara utuh, meliputi penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan kerja. Keberhasilan pembentukan sumber daya manusia unggul, kata dia, tidak terlepas dari kerja sama lintas pihak.

“Penyelenggaraan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, dan lingkungan masyarakat. Kerja sama yang terjalin baik menjadi penentu utama kelahiran generasi penerus yang berkualitas,” tegasnya.

Pihak sekolah juga menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia penyelenggara dan seluruh pihak pendukung yang telah memberikan kesempatan bagi siswa untuk menampilkan hasil karya terbaiknya.

Menutup keterangannya, Benson berpesan agar semangat berkarya dan berinovasi yang ditunjukkan dalam ajang ini dapat terus dipelihara dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

“Kami ingin menjadikan budaya inovasi sebagai jiwa pembelajaran. Siswa harus berani menghadapi tantangan, cerdas mengambil hikmah dari kegagalan, mampu bekerja sama, dan percaya diri. Nilai-nilai inilah yang menjadi bekal utama mereka meraih kesuksesan di masa depan,” pungkasnya.