LEBAK, TintakitaNews.com – Orang tua siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Ciuyah, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, melayangkan protes keras terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka menilai penyajian menu tidak memenuhi standar kesehatan, khususnya adanya hidangan penutup berupa es yang diduga kuat menjadi penyebab gangguan pencernaan pada anak-anak.
Keluhan tersebut muncul menyusul laporan bahwa sejumlah siswa mengaku mengalami sakit perut dan diare setelah mengonsumsi makanan yang disediakan dalam program tersebut selama beberapa hari terakhir.
Menurut keterangan orang tua, dalam paket makan siang yang diberikan, selain makanan utama, terdapat tambahan berupa minuman atau pencuci mulut berupa es. Orang tua menilai penyajian makanan dingin tersebut tidak tepat mengingat kondisi cuaca dan daya tahan tubuh anak-anak yang beragam.
“Kami meminta pihak penyedia jasa dan sekolah mengevaluasi menu. Anak kami pulang sekolah mengeluh mual dan sakit perut. Kami khawatir ini berkaitan dengan suhu makanan yang terlalu dingin atau higienitas penyimpanannya,” ujar salah satu wali murid yang minta namanya tidak disebutkan, Rabu (15/4/2026).
Akibat kondisi tersebut, salah satu siswa diketahui harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama empat hari lantaran mengalami gangguan pencernaan yang cukup serius.
Orang tua menuntut agar menu disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak usia sekolah dan menghindari penyajian makanan yang berpotensi memicu penyakit. Mereka berharap program yang bertujuan meningkatkan gizi anak ini dapat berjalan sesuai visi misinya, bukan justru menimbulkan masalah kesehatan baru.
“Kami meminta agar menu es dihilangkan atau diganti dengan hidangan yang lebih aman dan hangat. Selain itu, kebersihan bahan baku dan proses pengolahan makanan harus benar-benar terjaga,” tegasnya.
Sampai berita ini dimuat, pihak media masih berupaya mengonfirmasi lebih lanjut terkait tanggapan dari pihak sekolah, penyedia jasa, maupun dinas terkait terkait keluhan tersebut.

Tinggalkan Balasan