LEBAK, TintaKitaNews.com – Hari ini, Selasa (15/9/2026), menjadi hari kedua pembelajaran tatap muka penuh di SDN 2 Parungsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, setelah kegiatan belajar diliburkan sementara sebagai langkah antisipasi sebaran abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Meski baru kembali beraktivitas, seluruh warga sekolah telah bergerak mempersiapkan pelaksanaan penilaian tengah semester serta upaya pencapaian Sekolah Adiwiyata.

Kepala SDN 2 Parungsari, Yeni Nurdiyani, menyampaikan bahwa kondisi lingkungan sekolah kini sudah bersih dan aman untuk kegiatan belajar mengajar.

“Alhamdulillah, hari ini masuk hari kedua. Suasana kembali hidup, anak-anak tampak ceria dan semangat seperti biasa. Kami pastikan lingkungan sekolah sudah dibersihkan dari debu abu vulkanik, sirkulasi udara lancar, dan protokol kesehatan tetap dijaga,” ujar Yeni di ruang kerjanya, Selasa pagi.

Ia menegaskan, meskipun baru kembali setelah jeda sementara, proses pembelajaran tidak boleh tertinggal. Seluruh guru telah menyusun rencana pembelajaran yang disesuaikan agar materi tetap tersampaikan dengan baik, termasuk persiapan ujian tengah semester yang akan digelar dalam waktu dekat.

“Kami tidak menunda persiapan. Penilaian tengah semester adalah momen penting untuk mengukur pencapaian siswa. Para guru sudah menyusun materi dan jadwal agar semua berjalan tertib dan terukur,” jelasnya.

Selain urusan akademik, sekolah juga memacu langkah menuju pencapaian Sekolah Adiwiyata sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup. Berbagai program telah digencarkan, mulai dari pemeliharaan taman, pengelolaan sampah, penanaman pohon, hingga pembiasaan hidup bersih dan sehat bagi seluruh warga sekolah.

“Program Adiwiyata tetap menjadi prioritas kami. Justru di masa pemulihan seperti ini, kesadaran menjaga lingkungan semakin penting ditanamkan kepada anak-anak. Kami ingin siswa tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga peduli dan bertanggung jawab terhadap alam sekitar,” tegas Yeni.

Yeni berharap dukungan dari orang tua, masyarakat, dan instansi terkait terus terjalin agar sekolah tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan inspiratif bagi tumbuh kembang anak-anak.

“Kami mohon doa dan dukungan bersama. Mari kita jaga semangat belajar dan kelestarian lingkungan demi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

Sejauh ini, tidak ada siswa maupun tenaga pendidik yang melaporkan gangguan kesehatan terkait sisa paparan abu vulkanik di lingkungan sekolah.***