LEBAK, TintaKitaNews.com — Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menerima tim konsultan yang mewakili calon investor guna membahas kerja sama pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Pertemuan dipimpin langsung oleh Bupati Lebak, H. Moch Hasby Asyidiki Jayabaya, S.H., didampingi jajaran DLH Kabupaten Lebak, Senin (14/9/2026).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Irvan Suyatufika, S.T., M.T., menyampaikan pertemuan ini merupakan langkah awal menjajaki investasi pengelolaan sampah yang terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.

“Ini respon nyata atas urgensi penanganan sampah di Lebak. Kami tidak sekadar mencari mitra, melainkan sistem pengelolaan yang menyeluruh mulai dari pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatan hasil olahan yang bernilai ekonomi,” ujar Irvan usai pertemuan.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Lebak, Erik Indra Kusuma, S.T., M.M., menjelaskan konsultan yang hadir membawa konsep pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan, yang diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang selama ini menumpuk di berbagai titik wilayah.

“Konsep yang ditawarkan tidak hanya berfokus pada pengangkutan, melainkan pengolahan di sumber serta pemanfaatan kembali sehingga beban tempat pembuangan akhir dapat ditekan secara signifikan,” kata Erik.

Bupati Lebak dalam arahannya menegaskan bahwa kerja sama ini harus mengutamakan kepentingan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta berjalan transparan dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pertemuan tersebut membahas ruang lingkup investasi, rencana lokasi pengolahan, pola kerja sama, serta tahapan selanjutnya yang meliputi kajian kelayakan dan penyusunan perjanjian kerja sama. DLH Kabupaten Lebak akan menjadi koordinator teknis dalam proses evaluasi dan pengawasan rencana pengelolaan sampah tersebut.

Saat ini, volume sampah di Kabupaten Lebak terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Proyek pengelolaan sampah berbasis investasi ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.***