BANTEN, TintaKitaNews.com – Rencana audiensi penyelesaian masalah pelayanan ortopedi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo, Kabupaten Lebak, berakhir sia‑sia. Pertemuan yang seharusnya mempertemukan Aliansi Relawan Bersatu dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta instansi terkait, tidak berjalan karena tidak satu pun pemangku kebijakan yang hadir sesuai jadwal yang ditentukan.

Kegiatan yang dijadwalkan Kamis (25/6/2026) ini bertujuan mendesak perbaikan layanan kesehatan yang sudah dikeluhkan masyarakat berbulan‑bahkan bertahun‑tahun lamanya.

Habib, Ketua Aliansi Relawan Bersatu, menilai ketidakhadiran seluruh pihak berwenang sebagai bukti nyata kurangnya keseriusan pemangku kebijakan terhadap hak kesehatan warga.

“Permohonan sudah disampaikan jauh‑hari sebelumnya. Namun kami hanya menunggu di ruangan kosong. Ini membuktikan fungsi perwakilan rakyat dan instansi terkait seolah hanya formalitas belaka,” ujar Habib kepada wartawan usai kegiatan.

Sejumlah keluhan mendasar di layanan ortopedi RSUD Adjidarmo terus berulang diantaranya alat penyangga tulang sering tidak tersedia, jadwal operasi berulang kali ditunda, hingga pasien dialihkan ke rumah sakit luar daerah dengan seluruh biaya ditanggung sendiri oleh keluarga.

Menurutnya, kondisi tersebut mengancam keselamatan serta hak hidup pasien yang seharusnya dijamin dan dilindungi oleh negara maupun pemerintah daerah.

“Penyelesaian butuh kehadiran dan kerja sama nyata, bukan penghindaran. Pertemuan tidak boleh hanya tertulis di surat tanpa niat sungguh‑sungguh mencari jalan keluar,” tegasnya.

Pihak Aliansi meminta audiensi segera dijadwalkan ulang dengan jaminan kehadiran pejabat berwenang dan pimpinan DPRD. Jika dalam batas waktu yang ditetapkan belum ada tanggapan resmi maupun jadwal pasti, Aliansi mengancam akan menaikkan skala aksi ke bentuk yang lebih luas dan tegas.

“Kami tidak akan berhenti. Pemantauan dan penyebaran fakta akan diperluas ke masyarakat, serta protes akan disampaikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih mencoba mengonfirmasi pihak-pihak terkait.