LEBAK, TintakitaNews.com – Seorang siswa di SDN 3 Ciuyah, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, diduga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak penyedia jasa layanan makanan telah mendatangi rumah siswa tersebut untuk mengecek kondisi, namun orang tua korban menolak menerima alasan yang diberikan.
Seusai memberikan klarifikasi kepada media ini, Kamis (16/4/2026), pemilik dapur MBG, Lilik, mengaku telah meninjau langsung kondisi siswa di rumahnya. Menurut keterangan keluarga, anak tersebut mengalami sakit lambung.
“Kami sudah datang ke rumah untuk melihat kondisi siswa. Menurut informasi yang kami terima dari ibunya, anak tersebut mengalami sakit lambung. Awalnya mau dibawa ke RS, tapi katanya penuh, akhirnya dirawat dan diinfus di rumah saja,” ujar Lilik kepada awak media.
Meski pihak penyedia telah memberikan klarifikasi, Apipudin selaku ayah siswa menyatakan sikap tidak terima. Ia meyakini kuat bahwa kondisi anaknya yang menurun disebabkan langsung oleh menu penutup yang disajikan, yakni minuman Es Kuwut.
“Saya tidak bisa menerima jika dikatakan anak sakit bukan karena makanan mereka. Saya yakin sekali insiden ini terjadi karena anak saya meminum Es Kuwut yang disediakan sebagai pencuci mulut itu,” tegas Apipudin.
Lebih lanjut, Apipudin mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya telah melayangkan protes keras terkait menu tersebut. Ia meminta agar menu es dihilangkan atau diganti dengan hidangan yang lebih hangat dan aman, mengingat kondisi cuaca dan daya tahan tubuh anak-anak yang rentan.
Hingga berita ini diturunkan, tim media masih berupaya mengonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait, termasuk pihak BGN dan Pengawas SPPG.

Tinggalkan Balasan