SERANG – Pemerintah Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, masih menjalankan sistem pengangkutan sampah secara bergilir untuk menangani persoalan penumpukan sampah di wilayahnya, Jumat (20/3/2026).

Langkah tersebut diambil sebagai upaya penanganan sementara, sambil menunggu terwujudnya solusi yang lebih optimal dan berkelanjutan.

Camat Kibin, Asep Saefullah, S.STP., M.SI, menyampaikan bahwa frekuensi pengambilan sampah disesuaikan dengan kuantitas di setiap titik. “Usaha kami masih melakukan pengambilan sampah secara bergilir di beberapa titik. Sampah diangkut, ada yang satu hari sekali, ada juga yang setiap hari, tergantung kuantitas sampah,” ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pelayanan persampahan tingkat kecamatan. “Anggarannya dari persampahan kecamatan yang dirasa masih kurang untuk melakukan pelayanan, sedangkan untuk pengadaan fasilitas angkutan seperti mobil dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” jelasnya.

Asep menegaskan bahwa penanganan sampah secara komprehensif memerlukan pendekatan jangka panjang, mulai dari tingkat desa hingga rumah tangga. “Upaya jangka panjang yang bisa dilakukan adalah pengelolaan sampah mulai dari desa, pemisahan sampah dari rumah tangga, serta penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah di tiap desa. Setelah itu baru bisa dilakukan pemberian sanksi,” katanya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa diperlukan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat, terutama terkait pengurangan limbah plastik dari produsen produk rumah tangga. Pihaknya juga mengemukakan perlunya penyusunan dokumen perencanaan holistik dalam penanganan sampah di tingkat kabupaten untuk menangani permasalahan secara menyeluruh.