SERANG, TintaKitaNews.com – Persoalan sampah liar kembali menjadi keluhan utama warga Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang. Tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik di sejumlah titik diduga berasal dari masyarakat setempat maupun luar wilayah, mengganggu kenyamanan dan aktivitas harian warga.

Pantauan awak media pada Rabu (18/3/2026) menunjukkan kondisi sampah berserakan dan menggunung hingga ke badan jalan, sehingga menghambat akses lalu lintas. Selain itu, akumulasi sampah juga menghasilkan bau tidak sedap yang menyebar ke seluruh area permukiman sekitar.

Salah seorang warga, Mail (52), mengaku persoalan ini sudah berlangsung lama namun belum mendapatkan penanganan yang serius. “Persoalan sampah ini terlalu berlarut-larut. Pemerintah, baik camat maupun bupati, terkesan tutup mata terhadap kondisi yang jelas mengganggu kehidupan kita,” tegasnya saat diwawancarai. Menurut Mail, bau menyengat dari tumpukan sampah telah mengganggu kesehatan dan kenyamanan seluruh keluarga.

Keesokan harinya (19/3/2026), awak media kembali melakukan pantauan dan menemukan kondisi di lapangan masih menunjukkan banyaknya sampah yang berserakan di bahu jalan. Hal ini menimbulkan pertanyaan dari warga terkait efektivitas pengangkutan yang dilakukan.

Camat Kibin, Asep, memberikan tanggapan melalui pesan WhatsApp bahwa pengangkutan sampah telah dilakukan pada malam hari setelah pemberitaan pertama muncul pada jam 20.00 WIB. “Pengangkutan sampah dilakukan sekitar jam 22.00 WIB. Kami tetap melakukan pelayanan pengangkutan, walaupun memang masalah sampah ini harus diselesaikan secara komprehensif, karena pembuang sampah juga berasal dari wilayah lain,” ujarnya.

Seorang pengendara motor bernama Eko juga mengaku terganggu dengan kondisi tersebut. “Sampah kadang plastiknya kalau kena angin berterbangan sampai kena muka. Harapannya ada titik-titik pembuangan dan bak sampah supaya tidak berceceran di jalan,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah setempat dapat segera mengambil langkah tegas dan solusi yang lebih efektif agar persoalan sampah tidak terus berlarut-larut. Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih mencoba mengonfirmasi pihak-pihak terkait terkait langkah penanganan yang akan diambil.