LEBAK – Dirasa mendapatkan perlakuan kurang baik dari oknum perawat RSUD Adjidarmo saat berobat diruang IGD hingga sampai berakhir membawa putranya pulang paksa diketahui berusia kurang lebih satu tahun delapan bulan, orang tua pasien mengadukan secara resmi kejadian tersebut ke Ela Komplain.
“Saya sudah adukan dan saya juga meminta nama nama siapa sajakah yang berjaga pada malam itu,” kata Ifan Febriyanto (orang tua pasien,-red) kepada awak media. Jum’at (30/12/2022).
Ifan mengungkapkan bahwa, setelah memberikan pengaduan dirinya berharap agar persoalan ini segera di tindaklanjuti dengan serius oleh pihak RSUD Adjidarmo karena dikhawatirkan terulang kembali.
“Saya khawatir sekali kejadian seperti ini menimpa masyarakat yang awam,” jelasnya.
Sementara pihak RSUD Adjidarmo melalui Humasnya dr. Jauhari Assukri Hasibuan saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp menyampaikan bahwa team akan segera menindaklanjuti laporan tersebut pada tanggal 2 Januari 2023.
“Hari Senin (2 Januari 2023,-red) team akan rapat tertutup,” ungkapnya.
Ditanya mengapa rapat dilaksanakan secara tertutup. Pihaknya mengaku akan melihat CCTV waktu kejadian.
“Tidak krusial karena akan melihat bukti otentik rekaman CCTV,” jelasnya.
Ditanya kembali mengenai hasil dari rapat tersebut apakah akan di beritahukan kepada publik. Pihak RSUD Adjidarmo melalui Humasnya dr. Jauhari Assukri Hasibuan hingga kini belum menjawab.
Disisi lain ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lebak Endang Kamarudin saat dikonfirmasi mengenai seperti apakah bimbingan dari Organisasi terhadap anggota yang tergabung, kemudian berapa kali mengadakan pelatihan terhadap anggota, dirinya mengatakan secara keorganisasi akan menunggu hasil dari pihak RSUD Adjidarmo terlebih dahulu.
“Iya secara organisasi kami akan menunggu terlebih dahulu hasilnya dari RSUD Adjidarmo,” singkatnya.
Sebelum berita ini di muat awak media masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait. (Red)

Tinggalkan Balasan