LEBAK, TintakitaNews.com – Masyarakat adat Baduy di Kampung Sampang Pendey, Desa Wantisari, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, melaksanakan tradisi penanaman padi ladang pada Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian penting dari siklus pertanian tradisional yang dijaga kelestariannya secara turun-temurun.
Tradisi tanam padi ini bukan sekadar kegiatan bertani, melainkan bagian dari kearifan lokal dan aturan adat yang sudah berjalan ratusan tahun. Warga berkumpul secara bersama-sama di ladang untuk menanam bibit padi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan berdasarkan pengetahuan tradisional masyarakat setempat.
“Kegiatan ini kami lakukan setiap musim tanam tiba, sudah menjadi aturan adat yang tidak boleh diubah. Kami percaya dengan cara ini, hasil panen kami akan baik dan lingkungan tetap terjaga,” ujar Dawil, salah satu masyarakat Kampung Sampang Pendey.
Menurut Dawil, penentuan waktu tanam tidak didasarkan pada kalender umum semata, melainkan mengikuti peredaran benda langit dan tanda-tanda alam yang dipahami oleh para tetua. Bibit padi yang digunakan juga merupakan jenis padi lokal yang disimpan sendiri dari hasil panen sebelumnya.
Padi ladang menjadi salah satu sumber pangan utama masyarakat Baduy. Pola pertanian yang dijalankan tetap menjaga kelestarian hutan dan lingkungan sekitar, tanpa menggunakan bahan kimia, sehingga kesuburan tanah terjaga secara alami. Kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antarwarga, di mana setiap keluarga saling membantu saat masa penanaman hingga masa panen tiba.(red)
