LEBAK, TintaKitaNews.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 0603/Lebak resmi menjalankan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 dengan sasaran pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat yang menyeluruh. Program ini tidak hanya membangun infrastruktur jalan sepanjang 1,4 kilometer, tetapi juga menghadirkan beragam program sosial, lingkungan, dan kesehatan yang langsung dirasakan oleh warga .

Komandan Kodim (Dandim) 0603/Lebak yang juga selaku Komandan Satgas TMMD ke-130, Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata, menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD kali ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendasar masyarakat, mulai dari aksesibilitas jalan, ketersediaan air bersih, hingga penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

“TMMD bukan sekadar membangun jalan. Kami hadir untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat agar tercipta perubahan yang nyata dan berkelanjutan,” ujar Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata .

Dalam sasaran pokok fisik, Satgas TMMD akan melaksanakan pengecoran jalan sepanjang 1,4 kilometer dengan lebar 3 meter dan ketebalan 15 sentimeter. Selain itu, akan dibangun 5 titik gorong-gorong, 1 titik plat duiker, serta pembangunan Tempa Penahan Tanah (TPT) berukuran 20 meter x 0,80 meter.

Melalui program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), TMMD ke-130 juga menyalurkan 5 titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, rehabilitasi 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta penyaluran 200 paket sembako dan santunan bagi 100 anak yatim.

Dandim menambahkan, program ini juga menyasar penurunan stunting bagi 200 warga, penanaman 1.000 batang pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan, serta penanaman padi di lahan seluas 1 hektar guna mendukung ketahanan pangan masyarakat.

“Keterlibatan aktif masyarakat sangat diharapkan. Semangat gotong royong menjadi kunci utama agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan dijaga bersama setelah program selesai,” tegasnya .

Pada sektor non-fisik, warga juga akan mendapatkan berbagai penyuluhan penting, meliputi wawasan kebangsaan, bela negara, keamanan dan ketertiban masyarakat, bahaya narkoba, reboisasi, serta budidaya ikan air tawar. Selain itu, ditayangkan pula film dokumenter sebagai sarana edukasi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Untuk mempererat kebersamaan, turut diselenggarakan turnamen bola voli yang diikuti 8 tim. Seluruh kegiatan diharapkan berjalan lancar dengan dukungan penuh masyarakat dan pemerintah daerah setempat.***